18 May 2020, 15:20 WIB

Pemerintah Siapkan Skema Bantuan agar Mahasiswa Tidak DO


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

Sudah lebih dari dua bulan lamanya Indonesia dilanda pandemi virus covid-19. Kondisi ini berdampak pada perekonomian.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam mengatakan sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke Kemendikbud terkait mahasiswa drop out (DO) karena kesulitan ekonomi akibat pandemi covid-19

“Semoga tidak ada mahasiswa DO karena alasan ekonomi,” kata Nizam, Minggu (17/5).

Baca juga: http://Presiden Pastikan Distribusi Bansos Berjalan Lancar di Johar Baru

Nizam mengaku masih belum dapat memastikan berapa banyak mahasiswa yang akan mengajukan keringanan UKT/SPP, karena masih belum memasuki tahun ajaran baru. Namun, dia menuturkan, pemerintah telah menyiapkan empat skema untuk membantu meringankan beban, baik bagi para mahasiswa yang sedang berkuliah maupun mahasiswa baru agar tidak ada mahasiswa yang DO karena kesulitan ekonomi.

“Pertama, mahasiswa dapat mengajukan penundaan pembayaran UKT. Kedua, mahasiswa dapat mengajukan penurunan besaran UKT. Ketiga, mahasiswa dapat membayar UKT dengan sistem mencicil. Keempat, mahasiswa yang memenuhi kriteria dapat menggunakan program bantuan KIP-K,” jelasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT