18 May 2020, 13:55 WIB

Puluhan Warga Pakistan Jalani Karantina


Denny Susanto | Nusantara

Puluhan warga negara asing (WNA) asal Pakistan harus menjalani karantina, setelah hasil rapid test mereka menunjukkan hasil reaktif. Usai dilakukan rapid test massal, sejumlah kawasan pasar dan pusat perbelanjaan di Kota Banjarmasin disemprot disinfektan.

Tercatat ada 23 dari 24 orang WNA asal Pakistan yang menjalani rapid test massal di kawasan Pasar Lama Banjarmasin. "Mereka harus menjalani karantina sambil menunggu hasil swab keluar. Karantina tersebut dikelola tim gugus tugas Pemkot Banjarmasin," ujar Wakil Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona
Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Senin (18/5).

Puluhan WNA Pakistan tersebut dikarantina di sebuah pondok pesantren di wilayah Kota Banjarmasin. Kedatangan mereka ke Banjarmasin sendiri terkait kegiatan keagamaan atau peserta tabligh akbar.

Baca juga: Empat Pegawai Puskesmas di Tasikmalaya Positif Korona

Rapid test massal digelar di enam pasar dan pusat perbelanjaan di Kota Banjarmasin, yaitu Pasar Lima, Pasar Sudimampir, Pasar Lokasi, Pasar Pekauman, Pasar Binjai, dan Pasar Lama.

Sementara itu, ada  1.361 orang pedagang dan pengunjung yang menjalani rapid test pada Sabtu (16/5). Hasilnya, ada 129 orang atau 9,5 persen reaktif.

Hingga Senin (18/5), jumlah kasus positif virus korona di Kalimantan Selatan terus bertambah. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona Kalsel, Muslim mengatakan data terakhir jumlah kasus positif virus korona saat ini sebanyak 404 kasus atau bertambah 36 kasus dari hari sebelumnya.

Sebanyak 290 orang kini tengah menjalani perawatan di rumah sakit atau di lokasi karantina khusus dan karantina mandiri. Ada 73 orang dinyatakan sembuh dan 41 orang meninggal dunia akibat virus korona.

Kemudian ada 983 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 85 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Jumlah penderita korona terbanyak berasal dari Kota Banjarmasin, yaitu 165 orang, Kabupaten Barito Kuala (52 orang), Kabupaten Tanah Bumbu (52 orang), dan Kabupaten Banjar (33 orang). (OL-14)

 

BERITA TERKAIT