18 May 2020, 12:17 WIB

PSBB Dinilai Belum Efektif, PDIP Tuding Anies Hanya Pencitraan


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Johny Simanjuntak menuding bahwa penerapan sanksi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota belum efektif. Hal ini terlihat dari tempat-tempat makan seperti restoran atau warung makan yang masih beroperasi.

"Di daerah saya, katakanlah warung-warung makan kuliner itu ramainya bukan main. Menurut saya itu aturan-aturan yang sifatnya lebih kepada pencitraan, tidak tegas," ujar Johny saat dihubungi, Jakarta, Senin (18/5).

Baca juga: 85 Calon Penumpang Ditolak Berangkat Dari Terminal Pulogebang

Menurutnya, dalam penindakan sanksi pelanggar PSBB di lapangan hanya sebagian kecil yang diterapkan. Selain itu, Johny juga menuding bahwa selama ini Pemprov DKI sibuk 'menakuti' warga dengan ancaman-ancaman denda atau sanksi sosial.

"Pendekatan sosialisasi humanis itu enggak berjalan. Tapi pendekatannya itu lebih menakut-nakuti. Bayangkan situasi seperti ini enggak tumbuh dari hati masyarakat untuk memang betul-betul menerapkan protokol kesehatan," jelas Sekretaris Komisi E DPRD DKI itu.

Menurut Johny, masih banyak warga yang abai dengan tidak menggunakan masker dan masih berkerumun. Sehingga, kasus positif Covid-19 di Jakarta, katanya, justru semakin bertambah. Lantaran pelanggaran yang terus meningkat, mengartikan PSBB yang diterapkan Anies tidak berjalan baik.

"Enggak efektif terus terang saja. Jadi kalau meningkat terus ya gimana. Kemudian sekarang kemampuan pemerintah untuk PSBB kan terbatas. Jadi hanya wacana yang disampaikan melalui media. Dari pemda DKI memang betul-betul enggak bekerja untuk mendisiplinkan masyarakat," pungkas Johny. (OL-6)

BERITA TERKAIT