18 May 2020, 12:03 WIB

Jatim Habiskan Rp161,6 M untuk PSBB Tahap 2 Surabaya Raya


RO/Micom | Nusantara

MEMASUKI hari ke-7 penyelenggaraan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Surabaya Raya tahap dua, Pemprov Jatim telah menggelontorkan dana sejumlah Rp161.659.453.600 ke tiga wilayah yaitu Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan Rp161,6 miliar itu dialokasikan untuk keperluan alat pelindung diri (APD) tenaga kesehatan, bantuan sembako, dapur umum, pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL), dan bansos.

“Jika ditotal kira-kira sudah Rp31,9 miliar yang sudah kita support untuk APD Surabaya Raya. Sedangkan untuk bantuan paket sembako kalau ditotal, angkanya bisa mencapai Rp2,37 miliar,” katanya.

Adapun dapur umum ada tujuh titik, masing-masing satu di Gresik dan Sidoarjo, dan lima titik lainnya di Surabaya.

Bantuan pemberdayaan PKL hingga Minggu (17/5) telah mencapai 18.500 bungkus atau setara dengan Rp227.500.000. Dari 18.500 bungkus tersebut, 15.000 bungkus telah didistribusikan khusus di wilayah Surabaya.

“Di setiap dapur umun ada 20 PKL yang kita berdayakan dan kita minta untuk menyiapkan 50 nasi bungkus pada saat berbuka puasa dan 50 bungkus saat  sahur,” terangnya.

Sedangkan untuk bansos bagi masyarakat terdampak Covid-19, Khofifah menyampaikan telah menyalurkan bantuan yang terbagi ke dalam Suplemen BPNT berbasis Kelurahan dengan total Rp38.693.700.000, atau setara 128.979 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Jaringan Pengaman Sosial sebesar Rp87.000.000.000 atau setara Rp145.000 per KPM.

Untuk bansos anggaran langsung di transfer ke rekening kabupaten/ kota. Sementara suplemen BPNT dana langsung dikirim ke rekening KPM melalui Himpunan Bank Negara (HIMBARA).

“Penerima Suplemen BPNT ini diberikan Top Up seratus ribu kali 3 bulan. Dengan total seluruh Jatim ada 333.022 KPM,” tutur Khofifah.

Jika Suplemen BPNT didistribusikan berbasis Kelurahan, maka pendistribusian Bansos Jaringan Pengaman Sosial oleh Pemprov diwenangkan ke Kabupaten/Kota untuk mendistribusikannya. “Mana dan siapa yang terdampak Covid-19 dan belum tersisir oleh berbagai bansos, yang paling tahu adalah bupati/wali kota,” terangnya.

Dari total Rp161,6 miliar itu, Surabaya mendapat kucuran dana terbesar mencapai Rp89.875.967.250. Kemudian disusul oleh Sidoarjo sebesar Rp46.935.125.500, dan Gresik Rp23.797.958.000.

Semua kucuran dana tersebut merupakan bentuk dukungan dari Pemprov Jatim kepada Kab/Kota dalam menjalankan berbagai ikhtiar untuk menekan penyebaran virus Covid-19 di Jawa Timur. (J-1)

BERITA TERKAIT