18 May 2020, 10:15 WIB

Jelang Lebaran, Penyekatan Jalur Tikus di Pantura Diperketat


Akhmad Safuan | Nusantara

TIM gabungan yang terdiri dari Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan instansi terkait di berbagai daerah wilayah pantura, Jawa Tengah, memperketat penyekatan jalan guna menutup ruang bagi pemudik.

Upaya pencegatan kian masif dilakukan di beberapa daerah di pantura seperti Semarang dan Pekalongan. Penyekatan oleh tim gabungan tidak hanya di jalur utama dan pintu keluar tol, tetapi hingga di jalur alternatif dan jalan tikus yang memungkinkan pemudik melintas.

Tim gabungan dari kepolisian seperti Satuan Lalu Lintas, Brigader Mobil (Brimob), Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan dan instansi terkait hingga dini hari melakukan pemeriksaan secara ketat setiap kendaraan baik roda dua, roda empat maupun angkutan umum yang diperkirakan membawa pemudik.

Kendaraan yang diketahui membawa pemudik memang tidak mendapat sanksi seperti penilangan atau penahanan. Namun, usai diperiksa kesehatan sopir dan para penumpang, petugas langsung memerintahkan kembali ke daerah keberangkatan.

"Kita lakukan pengetatan untuk menekan angka pemudik pulang ke kampung halaman guna mencegah penyebaran covid-19," kata Kepala Unit Regident Satuan Lalulintas Polres Pekalongan Kota Inspektur Dua Slamet Mudjiono di ruas jalan alternatif Sepacar, Kota Pekalongan.

Baca juga: Pemudik Asal Bali Padati Pelabuhan Ketapang

Pemudik yang nekat masuk, lanjutnya, langsung dihentikan dan diperiksa petugas dari dinas kesehatan dan kepolisian.

"Dalam sehari kita lakukan tiga kali penyekatan di jalur tikus dengan sasaran kendaraan luar kota dan pemudik gelap," imbuhnya.

Hal serupa juga dilakukan tim gabungan dari TNI, Polri, dan beberapa dinas Pemerintah Kota Semarang, pengetatan penyekatan tidak hanya di jalan utama perbatasan antardaerah, tetapi juga jalur alternatif yang dimungkinkan menjadi jalan tikus bagi para pemudik.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Endro P Martanto mengatakan selain pintu gerbang kota di jalur utama, penyekatan juga dilakukan di jalur alternatif sebagai antisipasi adanya rembesan pemudik melalui jalur tikus seperti ruas Jalan Cangkiran-Gunungpati.

Ruas jalur alternatif itu, ujar Endro, adalah jalur yang dapat dilintasi  pemudik dari arah barat (Jakarta) melalui Sukorejo, Boja, Cangkiran (Kendal), Gunungpati (Kota Semarang) hingga keluar di Ungaran (Kabupaten Semarang).

"Sejauh ini belum terlihat kendaraan pemudik melintas di jalur itu, namun petugas gabungan tetap waspada dan menggelar penyekatan di pos pantau Sisemut yang merupakan perbatasan Kota dan Kabupaten Semarang," pungkas Endro.(OL-5)

BERITA TERKAIT