18 May 2020, 08:56 WIB

Pemerintahan Bersatu Israel Dilantik


Basuki Eka Purnama | Internasional

PARLEMEN Israel, Minggu (17/5), melantik pemerintahan bersatu yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan rivalnya Benny Gantz. Pelantikan itu mengakhiri krisis politik terlama sepanjang sejarah 'Negeri Zionis' itu.

Setelah lebih dari 500 hari tanpa pemerintahan dan tiga pemilu yang tidak membuahkan hasil, anggota parlemen Israel menyepakati koalisi yang akan memimpin selama tiga tahun dengan hasil voting 73 melawan 46.

Pemerintahan baru itu sudah harus menghadapi masalah serius di pekan perdana mereka, termasuk krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 dan rencana aneksasi Israel terhadap kawasan Tepi Barat.

Baca juga: Umat Katolik di Prancis Ikuti Misa dari Dalam Mobil

Berbicara di hadapan parlemen atau Kneset, Netanyahu mengatakan pemerintahannya akan memberlakukan kedaulatan Israel di kawasan Tepi Barat.

"Telah tiba saatnya memberlakukan hukum Israel dan menulis bab baru dalam sejarah Zionisme," tegas Netanyahu.

Langkah itu diperkirakan akan memancing kemarahan internasional dan memancing ketegangan di kawasan Tepi Barat yang dihuni hampir 3 juta warga Palestina dan 400 ribu warga Israel di permukiman yang menurun hukum internasional, ilegal.

Netanyahu menegaskan aneksasi itu tidak akan membuat perdamaian semakin jauh melainkan akan membuat perdamaian semakin mungkin dicapai.

Netanyahu dan Gantz, bulan lalu, sepakat membentuk sebuah pemerintahan bersatu. Berdasarkan kesepakatan itu, Netanyahu akan menjabat sebagai perdana menteri selama 18 bulan dan kemudian Gantz menggantikannya selama 18 bulan sisanya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT