18 May 2020, 08:50 WIB

Umat Katolik di Prancis Ikuti Misa dari Dalam Mobil


Basuki Eka Purnama | Internasional

UMAT Katolik di wilayah timur Prancis, Minggu (17/5), untuk pertama kali mengikuti misa sejak lockdown akibat covid-19 diberlakukan. Mereka berdoa dan menyanyikan lagu pujian dari dalam mobil mereka.

Sekitar 500 umat Katolik berkumpul di Chalons-en-Champange dalam sekitar 200 mobil yang diparkir masing-masing berjarak setidaknya satu meter di luar gedung pertemuan utama kota itu.

"Ini adalah kemenangan kehidupan," ujar Uskup Francois Touvet sembari mengatakan ini merupakan inisiatif pertama di Prancis dan bisa berlangsung setelah mendapat izin khusus dari otoritas setempat.

Baca juga: PM Belgia Berkunjung ke RS, Pekerja Medis Balik Badan

Misa itu digelar di hari ketujuh pelonggaran aturan lockdown di Prancis. Sebelumnya lockdown diberlakukan di 'Negeri Mode' itu sejak pertengahan Maret untuk mencegah penyebaran covid-19 yang telah menewaskan lebih dari 27 ribu orang di negara itu.

Berdasarkan pelonggaran aturan itu, warga diizinkan meninggalkan rumah mereka dan melakukan perjalanan hingga jarak 100 kilometer.

Namun, pertemuan yang melibatkan lebih dari 10 orang masih dilarang saat negara itu berusaha kembali ke kehidupan normal.

Dalam misa pada Minggu (17/5) itu, aturan ketat pun diberlakukan. Mobil diperiksa di pintu masuk untuk memastikan warga yang ada di dalamnya mengenakan masker dan membawa hand sanitizer.

Dalam satu mobil tidak boleh ada lebih dari empat orang dan tidak ada yang diperkenankan turun dari mobil.

Di bagian depan lapangan parkir disiapkan altar lengkap dengan salib dan patung Bunda Maria, tempat Touvet memimpin misa.

Di hadapan altar itu, puluhan imam duduk dalam posisi setengah lingkaran, kursi mereka diatur agar memperhatikan jarak aman.

Umat yang ingin menerima komuni diminta menyalakan lampu hazard di mobil mereka dan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.

Kemudian, imam yang mengenakan masker dan juga telah membersihkan tangannya, mendatangi setiap mobil memberikan komuni.

"Tangan bersih memberikan komuni dan tangan bersih menerimanya. Ini adalah aturan luar biasa di masa yang tidak biasa," ungkap Touvet.

Bagi Marie-Lorene, warga Chalons-en-Champagne berusia 21 tahun, misa itu menjadi kesempatan untuk mendoakan semua orang yang meninggal akibat covid-19, semua orang yang berjuang melawan virus itu, dan semua orang yang saat ini sedang sakit. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT