18 May 2020, 09:00 WIB

Boyata Bantah Cium Grujic Saat Selebrasi


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

BEK Hertha Berlin Dedryck Boyata meminta maaf sekaligus membantah dirinya mencium pipi rekan timnya, Marko Grujic, saat selebrasi gol ke gawang Hoffenheim, Sabtu (16/5).

Boyata kemudian mendapatkan kritikan, karena melanggar protokol medis.

Bundesliga mendapat lampu hijau untuk bergulir pekan ini setelah klub menyetujui aturan protokol medis yang ketat untuk mencegah penyebaran virus korona atau covid-19.

Baca juga: Sempat Tertinggal Dua Gol, Mainz Tahan Imbang Cologne

Saat perayaan, para pemain diminta menghindari kontak fisik atau cukup melakukan tos dengan siku atau kaki. Namun, apa yang dilakukan Boyata justru tidak mengindahkan itu.

Meski ia tidak mendapat sanksi dari Liga Sepak Bola Jerman (DFL) atas sikapnya itu, Boyata meminta maaf dan mengatakan tidak mencium pipi Grujic.

"Saya minta maaf telah meletakkan tangan saya di wajah dia. Tapi, itu bukan cium atau seleberasi. Saya memberinya instruksi ketika tendangan bebas," kata Boyata, dilansir dari AFP.

Politikus senior Jerman Markus Soeder mengkritik keras apa yang dilakukan Boyata. Ia berharap Bundesliga memperketat aturan saat merayakan gol.

"Sepak bola adalah role model, jadi kita harus taat pada aturan dan harus menerapkannya pekan depan," ungkap Soeder.

Sementara itu, Pelatih Hertha Berlin Bruno Labbadia yang menjalani debutnya pada laga kali ini mengatakan sulit bagi anak asuhnya untuk tidak merayakan gol. Terlebih ketika gol itu sangat berarti bagi tim.

Kemenangan ini membuat Hertha Berlin menjauh dari zona degradasi dan kini menempati peringkat 11 dengan 31 poin.

"Ini bagian dari sepak bola. Jika kamu tidak bisa merayakan gol lagi, semuanya akan terpuruk. Saya hanya bahagia bahwa tim punya alasan untuk bersorak hari ini," ungkap Labbadia. (OL-1)

BERITA TERKAIT