18 May 2020, 08:00 WIB

Pemudik Asal Bali Padati Pelabuhan Ketapang


Usman Afandi | Nusantara

INSTRUKSI agar warga tidak mudik karena pandemi covid-19 telah disampaikan pemerintah. Namun, hal itu tampaknya diabaikan warga asal Pulau Jawa yang bekerja di Bali. Mereka tetap nekat mudik.

Pantauan Media Indonesia di lapangan, Minggu (17/5), ribuan pemudik dari Pulau Bali telah membludak di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi.

Salah satu pemudik asal Kabupaten Jember, Wahid, mengaku dirinya nekat mudik lantaran di Pulau Bali sudah tidak ada pekerjaan. Sehingga mau
tidak mau dirinya memilih pulang ke kampung halaman.

Baca juga: Dikelilingi Zona Merah Korona, Cirebon Perpanjang PSBB

"Saya memilih pulang kampung karena di sana sudah tidak ada lagi kerjaan. Saya kerja di proyek bangunan," ujar Wahid kepada Media Indonesia, Minggu (17/5).

Terlihat, ribuan pemudik di pelabuhan ASDP Ketapang didominasi pejalan kaki. Terlihat juga di depan-depan gerbang mereka sudah dijemput
bus maupun travel, yang siap mengantar mereka pulang kampung.

Diperkirakan arus mudik akan terus semakin ramai sampai H-1 menjelang Idul Fitri 1441 Hijriyah. Mengingat banyak warga yang tidak lagi bisa bekerja di Bali, lantaran terdampak covid-19.

Berdasarkan data manifes pelabuhan ASDP Ketapang, diketahui telah terjadi lonjakan penumpang kapal feri dari Bali menuju Banyuwangi sejak 3 hari terakhir.

Tercatat sudah lebih 5.000 penumpang dari Bali yang telah diseberangkan dan tiba di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi selama 3 hari terakhir.

Sebagai langkap preventif memutus penyebaran covid-19, semua pemudik wajib diperiksa suhu tubuh dan wajib melewati bilik disinfektan. (OL-1)

BERITA TERKAIT