18 May 2020, 05:45 WIB

Menunggu Tuah PSBB


BAYU ANGGORO | Nusantara

KERJA keras harus dilakukan masyarakat dan aparatur di Jawa Barat. Pasalnya, penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat provinsi yang akanberakhir Rabu (20/5) belum bisa menjinakkan keganasan virus korona baru(covid-19).

"Masih setengah dari wilayah Jabar yang menjadi zona merah. Kami masih menemukan klaster penyebaran di Bandung Raya, Bogor Raya, dan Depok," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Bandung, ke marin. Daerah zona merah itu, lanjutnya, masih mem butuhkan status PSBB secara penuh, sementara daerah lain bisa diterap kan kebijakan yang berbeda.

Pelaksanaan PSBB selanjutnya, sambung Emil, bisa dilakukan secara parsial sehingga kebijakannya berada pada pemkab dan pemkot. "Kita belum memutuskan apakah PSBB skala provinsi akan diperpanjang secara penuh atau tidak," tandas mantan Wali Kota Bandung itu. Keputusan cepat sudah diambil Pemerintah Kota Cirebon. Mereka akan memperpanjang PSBB meski sejumlah pertokoan, mal, dan pusat perbelanjaan sudah diziinkan beroperasi dengan pembatasan secara ketat.

"Itu hasil rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah. PSBB diperpanjang untuk masa 2 minggu ke depan," kata Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis. Pemkot juga memutuskan untuk melakukan karantina parsial di tingkat RT dan RW. "Kami juga akan bekerja keras mencegah migrasi, orang masuk ke Cirebon, dengan menjaga ketat wilayah perbatasan," tandas Azis. Tidak efektifnya PSBB, menurut dia, disebabkan masih banyak warga yang belum mematuhi protokol kesehatan.

"Ada PSBB saja masih banyak warga yang tidak mematuhi, apalagi kalau tidak ada," tegas Wali Kota. Masih tinggi Jawa Timur juga masih harus bekerja keras. Penerapan PSBB tahap kedua belum terlihat hasilnya jika berkaca pada penambahan jumlah warga yang positif terjangkit covid-19. "Ada 167 kasus baru sehingga total pasien mencapai 2.088 orang. Surabaya menyumbang paling banyak, hampir setengahnya, dengan 90 kasus baru, sehingga jumlah totalnya 1.035 kasus," kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Beruntung Jawa Timur masih memiliki kapasitas ruang tidur yang cukup untuk menampung pasien korona. "Ada 99 rumah sakit rujukan dengan total tempat tidur untuk isolasi sebanyak 3.276 unit," tambah Khofifah. Pelanggaran juga masih mewarnai PSBB di provinsi ini. Dalam operasi Sab tu malam saja, ada 110 warga yang terjaring karena melanggar jam malam. "Ka mi menghukum mereka dengan harus menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan menyapu halaman Kantor Polresta Sidoarjo," beber Kabag Ops Komisaris Mujito.

Sementara itu, di Jawa Tengah, meski be lum memberlakukan PSBB, sejumlah kebijakan dilakukan pemerintah kabupaten dan kota secara mandiri. Di Kebumen, dinas kesehatan menggelar tes cepat di Pasar Tumenggungan dan mendapati 26 pedagang reaktif serta seorang anak pedagang positif covid-19. "Mereka sudah diminta untuk melakukan isolasi mandiri," kata Kabid Pencegahan Penyakit Istiadi.

Aturan ketat diberlakukan di Kabupaten Temanggung terhadap pengunjung dan pedagang pasar. "Jika tidak memakai masker, warga di haruskan pulang. Di pasar sulit memenuhi protokol kesehatan menjaga jarak. Karena itu, penggunaan masker tidak bisa ditawar," kata Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Joko Prasetyono. (UL/BB/BK/DG/AD/FL/HS/LD/TS/RF/YH/FB/OL/AS/DY/YK/N-3)

BERITA TERKAIT