18 May 2020, 04:55 WIB

Separuh Wilayah di Jabar Zona Merah Korona


Bayu Anggoro | Nusantara

SEKITAR 50% wilayah Jawa Barat masih menjadi zona merah penyebaran virus korona (covid-19). Hal ini menunjukkan masih adanya satu klaster penularan atau lebih dengan jumlah yang tertular cukup signifikan.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjelaskan evaluasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jabar yang akan berakhir pada Rabu (19/5) mendatang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri memetakan lima level kewaspadaan, yakni zona hitam (kritis), merah (berat), kuning (cukup berat), dan biru (moderat), dan hijau (rendah).

Dia menjelaskan, dengan masih ditemukannya klaster penyebaran Covid-19 di zona merah seperti Bandung Raya serta Bogor Raya dan Depok, menurutnya masih perlu diberlakukan PSBB secara penuh. Namun, kondisi berbeda akan diterapkan di daerah-daerah yang tidak termasuk zona merah.

Pelaksanaan PSBB bisa dilakukan parsial sehingga kebijakannya berada di masing-masing pemerintah kabupaten/kota. "Sisanya ada daerah yang termasuk dalam zona kuning (30%) dan zona biru (20%). Zona kuning artinya ditemukan kasus Covid-19 pada kluster tunggal, dan bisa dilakukan PSBB parsial," katanya di Bandung, Minggu (17/5).

Adapun pada zona biru, menurutnya masih ditemukan kasus secara sporadis baik kasus impor (imported case) atau penularan lokal. "Jadi di daerah dengan zona ini perlu dilakukan physical distancing," katanya.

Namun, Emil belum mau memastikan apakah PSBB skala provinsi secara penuh ini akan diperpanjang atau tidak. "Ini akan diputuskan nanti, Rabu (19/5)," ucapnya.

Emil menyebut pada nantinya penerapa PSBB akan dilakukan secara proporsional. "Jadi tidak semua kabupaten/kota PSBB, tapi akan diserahkan kepada kepala daerah (tergantung situasi di masing-masing daerah)," ujarnya.

Meski PSBB disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, Emil menegaskan pihaknya tidak akan menurunkan level pengawasan, terutama jelang Lebaran 2020. "Pengawasannya disesuaikan dengan level di daerah itu," katanya. (R-1)

BERITA TERKAIT