18 May 2020, 00:17 WIB

MUI Imbau Warga Pamekasan jangan Takbir Keliling


Mohammad ghozi | Nusantara

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak melakukan takbir keliling pada malam lebaran. Kegiatan tersebut, selain mengganggu ketenangan juga dinilai bersifat sia-sia.

Ketua MUI Pamekasan Ali Rahbini, mengatakan saat ini sebagian kegiatan takbir keliling sudah menyimpang dari nilainya, karena bukan lagi mengajak masyarakat bertakbir melainkan lebih bersifat hiburan dan hura-hura.

"Takbir menggunakan musik dugem dengan sound yang sangat keras, kesannya sangat jauh dari tujuan ibadah," katanya, Minggu (17/5).

Ia meminta warga yang berencana menggelar takbir keliling untuk mengalihkan pada kegiatan yang dampak positifnya lebih terasa. Misalnya membantu anak-anak yatim dan tetangganya yang untuk bisa berlebaran secara layak.

"Biaya takbir keliling yang mencapai Rp2 juta perkelompok, akan terasa manfaatnya jika diwujudkan dalam aksi sosial," jelas Ali Rahbini.

MUI akan berkoordinasi dengan Polres setempat untuk melarang takbir keliing, terutama di kawasan kota yang saat ini diberlakukan physical distancing. (OL-8).

BERITA TERKAIT