18 May 2020, 01:55 WIB

Jakarta Siap Masuki Masa Transisi


MI | Megapolitan

BERBAGAI upaya pengetatan dan pembatasan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencegah penularan virus korona baru (covid-19) membuahkan hasil. Berkurangnya angka mobilitas membuktikan warga Ibu Kota semakin disiplin.

Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan saat ini mobilitas penduduk Jakarta tinggal 40%. Ia berharap mobilitas itu bisa ditekan lagi hingga tersisa 20%. “Pertengahan Maret, data mobilitas penduduk dari FKM UI sudah 60% di rumah. Sebenarnya, kita targetkan 80%. Nah, yang 20% ini yang kegiatannya esensial pangan, energi, keuangan,” ujar Anies, Sabtu (16/5).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu membeberkan sebelum adanya pembatasan, angka R0 Jakarta sekitar 3,5-4,5. R0 (R nought) merupakan ukuran tingkat penyebaran virus korona yang digunakan para pakar epidemiologi.

Pada pertengahan Maret sebelum pembatasan ditetapkan, angka R0 Jakarta 3,5. Artinya, satu orang terpapar covid-19 menulari 3,5 orang. Anies pun optimistis dengan menurunkan mobilitas hingga 80% serta membuat penduduk disiplin dengan aturan pembatasan sosial ber skala besar (PSBB), tingkat penularan virus bisa diturunkan hingga di bawah satu.

Ketika hal itu terjadi, Jakarta diakuinya sudah siap mema suki masa transisi dengan me longgarkan PSBB. Menurutnya, saat ini angka R0 Jakarta sudah stagnan di angka satu. Namun, angka ini berpotensi meningkat di bulan puasa karena aktivitas warga yang kerap keluar di sore hari untuk ngabuburit atau membeli makanan berbuka puasa.

Untuk itu, ia pun menerbitkan Peraturan Gubernur No 41 Tahun 2020 tentang Sanksi Pelanggaran PSBB. Anies juga menerbitkan Pergub No 47 Tahun 2020 untuk membatasi warga bepergian keluar daerah.

“Kalau imbauan tidak ada dasar hukum, nanti petugas tidak punya dasar hukum untuk berikan sanksi. Petugas di lapangan punya dasar hukum,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Andri Yansyah melaporkan sebanyak 4.012 perusahaan telah menerapkan kebijakan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah selama PSBB.

Dari 4.012 perusahaan yang menerapkan WFH, terang dia, sebanyak 1.381 perusahaan dengan 184.346 tenaga kerja menghentikan seluruh kegiatan operasional. Sementara itu, sisanya 2.631 perusahaan dengan 880.923 tenaga kerja mengurangi sebagian kegiatannya.

Secara terpisah, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga mencatat penurunan tren pelanggar mudik Lebaran 2020. Meski angka pelanggar mengalami fluktuasi selama pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya yang sudah berjalan 23 hari, dalam beberapa hari belakangan, jumlahnya terus menurun.

“Kemarin ada 403 jumlah pelanggar mudik. Sehari sebelumnya, 449 pelanggaran,” tukas Dirlantas PMJ KombesSambodo Purnomo Yogo. (Put/Ins/Tri/J-3)

BERITA TERKAIT