17 May 2020, 07:25 WIB

Ormas Islam Diimbau Proaktif Anjurkan Umat Ibadah di Rumah


Antara | Humaniora

WAKIL Sekretaris Komisi Kerukunan Antarumat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr KH Abdul Moqsith Ghazali mengharapkan ormas-ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama (NU), ll dan Muhammadiyah proaktif memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan aktivitas ibadah di rumah guna mencegah penyebaran virus korona atau covid-19.

“Hal itu demi mencegah virus korona tidak terus menyebar ke tempat-tempat lain. Jadi harus dipahami bahwa yang dilarang itu bukan Jumatan atau salat Jumat dan juga salat id-nya, tetapi perkumpulannya itu yang dilarang dan saya kira itu berguna," kata Moqsith dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/5).

Menurut dia, beribadah dari rumah itu tidak mengurangi kekhusyukan, malah menjadikan rumah sebagai ruang ibadah privat kepada Allah.

Doktor di bidang Tafsir Alquran Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut menyebutkan bahwa Nabi Muhammad di dalam Alquran mengatakan bahwa 'Jangan jadikan rumahmu itu seperti kuburan, yang tidak dipakai untuk salat, tidak dipakai untuk baca Quran, tidak dipakai untuk mendidik anak-anak, tidak dijadikan sebagai keluarga sakinah mawadah warohmah'.

“Jadi covid-19 ini memberikan efek positif juga untuk menghidupkan keluarga kita. Kalau keluarga kita menjadi keluarga yang baik, maka lingkungan kita juga dapat menjadi lingkungan yang baik, mulai di tingkat kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi lalu seluruh rakyat Indonesia. Jadi dimulai dari yang paling kecil hingga besar ini,” ucap dia.

Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU itu juga menyampaikan bahwa di bulan Ramadan ini ada kewajiban untuk membayar zakat fitrah, di samping juga bagi orang yang memenuhi syarat untuk mengeluarkan zakat mal.

“Zakat fitrah, kita tahu itu diperuntukkan buat mereka yang tidak punya, yang dikeluarkan menurut mazhab Syafii adalah berupa makanan pokok. Di mana makanan pokok kita di Indonesia adalah beras, yang di Timur Tengah pada zaman Nabi mengeluarkan gandum. Zakat fitrah itu kita salurkan kepada yang tidak mampu, dengan cara begitu maka kemudian kepedulian itu bisa dibangun,” ujarnya.


Baca juga: Lembaga Pendidikan Filter Teknologi Digital


Selain itu, sebagai upaya menjaga perdamaian di tengah pandemi ini, dia meminta agar masyarakat bisa mengendalikan diri untuk tidak menyebarkan hoaks. Jangan sampai nanti orang bisa meninggal bukan karena virus korona, tetapi karena ketakutan terhadap hoaks yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

”Jadi jangan saling menyalahkan, jangan memprovokasi dan juga terprovokasi, karena hal itu bisa menimbulkan ketidaktenteraman, yang bisa berujung pada kekerasan dan anarki sehingga tidak ada perdamaian,” kata dia.

Menurut dia, setiap orang justru harus saling bantu membantu untuk menghentikan persebaran covid-19 ini. Provokasi dan hoaks ataupun hal-hal yang tidak produktif hanya akan memperburuk keadaan bangsa ini.

Ia mengatakan tidak ada pilihan lain bagi seluruh rakyat Indonesia dan penduduk dunia untuk saling bergotong-royong, bahu-membahu membantu satu sama lain dalam menghadapi pandemi covid-19 ini.

“Jadi yang punya uang bisa membantu dengan uang. Yang punya ilmu seperti tenaga medis bisa membantu dengan ilmunya. Yang punya kemampuan di bidang agama harus bisa mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perkumpulan-perkumpulan yang menyebabkan tersebarnya virus itu,” ujarnya. (OL-15)
 

BERITA TERKAIT