17 May 2020, 19:27 WIB

Sesuai Arahan Menteri BUMN, Taspen Siapkan Protokol Covid-19


mediaindonesia.com | Humaniora

PT Taspen (Persero) telah menerima arahan dari Menteri BUMN Erick Thohir bahwa tidak ada instruksi bagi seluruh pegawai BUMN yang berusia 45 tahun ke bawah untuk mulai masuk ke kantor pada 25 Mei mendatang.

Informasi yang benar adalah Menteri BUMN telah meminta setiap BUMN untuk mempersiapkan protokol sesuai bidang usaha masing-masing.

Setiap BUMN diminta menyesuaikan dengan peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pemerintah setempat dan nature of business dari setiap BUMN yang berbeda-beda untuk menyambut the new normal yang akan terjadi akibat pandemi.

Kementerian BUMN juga akan menyusun kebijakan bagi seluruh BUMN untuk mengantisipasi kondisi tersebut. BUMN sebagai salah satu komponen utama penggerak perekonomian Indonesia harus terus berjalan dengan baik.

"Dalam menyusun kebijakan tersebut, Kementerian BUMN menyampaikan kepada kami bahwa berbagai masukan skenario dari masing-masing sektor BUMN akan dijadikan pertimbangan pada saat penyusunan kebijakan mengantisipasi the new normal oleh Kementerian BUMN," ujar Direktur Utama PT Taspen A.N.S. Kosasih dalam sebuah keterangan, Minggu (17/5).

Taspen sebagai koordinator untuk klaster sektor asuransi sosial juga merupakan salah satu pihak yang diminta masukannya terkait hal di atas. 

"Taspen sejak jauh-jauh hari telah mempersiapkan protokol PSBB untuk menangkal penyebaran Covid-19 dan membentuk gugus tugas terkait hal di atas," kata Kosasih. 

Karena sifat bisnis Taspen yang harus terus-menerus melakukan dua fungsi utama yaitu pelayanan peserta dan investasi yang harus tetap aktif setiap hari, perusahaan telah melakukan protokol PSBB.

Menurut Kosasih, sebagian besar personel Taspen melakukan work from home dan sebagian kecil tetap harus work from office secara bergantian dengan sejak awal menerapkan protokol PSBB secara sangat ketat di seluruh titik layanan.

Taspen juga telah melakukan rapid test kepada seluruh karyawan yang dikonfirmasi ulang dengan PCR swab test apabila ada yang ditengarai berisiko. 

"Syukur alhamdulillah sejauh ini tidak ada karyawan dan karyawati yang dinyatakan positif mengalami gejala apalagi sampai harus dirawat intensif di rumah sakit akibat Covid-19," kata Kosasih.

Taspen juga menanggung biaya rapid test dan PCR swab test yang diperlukan untuk memastikan seluruh karyawan dan karyawati sehat dan aman dalam melayani pensiunan yang rentan.

"Untuk menerapkan protokol PSBB secara sangat ketat namun tetap mampu memberikan pelayanan maksimal, Taspen menerapkan pelayanan dan operasional secara digital melalui berbagai sistem dan aplikasi yang ada," jelasnya.

Secara terbatas dan dengan menerapkan protokol PSBB secara sangat ketat, kantor-kantor layanan Taspen juga masih buka untuk melayani kebutuhan darurat.

"Taspen juga secara ketat menerapkan kebijakan larangan mudik bagi seluruh personel, termasuk seluruh pegawai outsourcing," ujarnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT