17 May 2020, 16:22 WIB

Brebes Siapkan 3.946 Ha Lahan untuk Relokasi Pabrik dari Tiongkok


Supardji Rasban | Nusantara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes, Jawa Tengah, sedang menyiapkan lahan seluas 3.946 hektare (ha) untuk kawasan industri terintegrasi. Ribuan ha lahan tersebut akan dikelola oleh PT Kawasan Industri Wijaya Kusuma, untuk menampung relokasi sejumlah pabrik, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
     
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah/Sekda Pemkab Brebes, Djoko Gunawan, Minggu (17/5/2020). "Persiapan luas lahan di Kabupaten Brebes juga terkait dengan rencana relokasi pabrik Amerika Serikat (AS) dari China," ujar Djoko Gunawan, Minggu 17 Mei 2020.
     
Djoko menyebut untuk kawasan industri itu sudah clear karena sudah ada Peraturan Daerah (Perda) terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Brebes yang baru. "Untuk itu, akan kita siapkan mulai dari pembangunan infrastruktur sampai sarana penunjang lainnya," tutur Djoko.

Baca Juga: Pabrik Indarung VI Semen Padang Senilai Rp4 Triliun Resmi Beroperasi
     
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) Brebes, Ratim, mengamu telah berkomunikasi dengan pengembang kawasan terkait peluang besar investasi dari Amerika Serikat tersebut.
     
"Ke depan, strategi untuk menggaet investor akan dikoordinasikan bersama pemerintah pusat dan provinsi serta pengembang kawasan yakni PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW)," ujar Ratim.
     
Ratim menuturkan strategi menggaet investor rencananya mau dirapatkan melalui video virtual dan pihaknhya sudah diskusi mengenai yang kemarin ramai pembicaraan Preside Joko Widodo/Jokowi dan Presiden AS Donald Trump.
     
"Kalau kami posisinya menunggu, karena sekarang kelihatannya sudah ada komunikasi Pak Ganjar Pranowo dan Pak Luhut Panjaitan. Ya ditunggu aja. Harapannya kalau bisa tahun ini sudah penentuan lokasi," ucap Ratim.
     
Seperti dilansie sebuah onlie terkemuka, Direktur Operasional PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Ahmad Fauzie Nur, mengatakan bahwa pihaknya makin intens berkoordinasi dengan kementerian koordinator bidang perekonomian dan kementerian koordinator bidang kemaritiman dan investasi.
     
Pasalnya Kawasan Industri Brebes (KIB) masuk dalam proyek strategis nasional. Ahmad Fauzie berharap pemerintah mendukung penuh rencana perusahaan, baik dari sisi perizinan maupun pembiayaan.
     
Saat ini, pihaknya juga telah memfokuskan semua capital expenditure (belanja modal) perusahaan untuk pengembangan KIB, terutama untuk pengembangan infrastruktur yang menunjang Kawasan Industri Brebes.
     
Pengembangan kawasan industri Brebes sendiri telah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2023 serta Perpres 79 tahun 2019.  "Kami sudah menyusun masterplan dan baru saja menetapkan konsultan, dan tadi sore baru dirapatkan juga bagaimana nantinya terkait aspek pembiayaan sampai strategi menggaet investor," ujar Ahmad Fauzie. (JI/OL-10)

BERITA TERKAIT