17 May 2020, 15:57 WIB

Manajeman Madura United Salurkan Zakat untuk yang Terdampak Covid


Mohammad Ghazi | Sepak Bola

Manajemen Madura United menggalang pengumpulan zakat fitrah dan zakat mal dari suporter. Hasil pengumpulan itu disalurkan untuk warga terdampak Covid-19 yang tidak tercakup bantuan pemerintah.

Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu, Ziaul Haq Abdurrahim, mengatakan pengumpulan zakat tersebut tidak bersifat wajib. Pihaknya hanya memposisikan sebagai 'amil (menyediakan jasa penyaluran zakat) kepada mustahiq (pihak yang berhak menerima) zakat.

"Ini hanya bagi keluarga besar Madura United yang akan menyalurkan zakat melalui kami. Karena kawan-kawan ada yang sudah punya mustahiq sendiri yang sudah rutin menjadi penerima zakatnya setiap tahun," kata Ziaul Haq.

Baca Juga: Peduli Covid-19, Madura United Beri Bantuan APD untuk Tim Medis

Dari upaya yang dilakukan sejak pertengahan Ramadan, terkumpul 334 paket zakat fitrah yang masing-masing berisi 3 kilogram beras, atau setara dengan 1 ton.

"Seluruh paket zakat tersebut akan kami salurkan ke warga yang paling merasakan dampak Covid. Di antaranya buruh bangunan yang saat ini sudah tidak lagi bekerja, abang becak serta buruh pabrik yang dirumahkan," katanya.

Sebelum menentukan kategori penerima tersebut, kata Ziaul Haq, pihaknya sudah berkonsultasi dengan ulama agar penyalurannya tidak salah sasaran.

Baca Juga: Liga I Ditunda, Madura United Tetap Bayar Gaji Pemain

Karenanya, pihaknya memilih menyalurkan kepada warga terdampak Covid dengan memprioritaskan yang kemampuan ekonominya paling rendah. "Kami sudah memiliki data yang lengkap, termasuk warga yang lepas dari data penerima bantuan sosial program milik pemerintah," katanya.

Dari hasil konsultasi tersebut, jelas dia, warga terdampak Covid berhak menerima zakat, jika kondisinya menjadi jatuh dalam keadaan yang sesuai dengan kategori mustahiq.

Selain menyalurkan zakat fitrah, manajemen Madura United juga menyalurkan bantuan sosial yang bersumber dari zakat mal maupun sumbangan secara umum. Diantara bantuan sosial yang disalurkan, berupa bahan pokok dan pakaian. (MG/OL-10)

BERITA TERKAIT