17 May 2020, 14:45 WIB

Sarihusada Gandeng UMKM Berderma ke Kelompok Rentan


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) menyalurkan sejumlah bantuan untuk para pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul Yogyakarta. Bantuan berupa beras dan Yoghurt dibagikan kepada para pemulung yang menjadi salah satu kelompok terdampak wabah covid-19. 

Distribusi Yoghurt dilakukan oleh Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) sebagai mitra Sarihusada setiap 3 hari pada 4-13 Mei dengan menjangkau Panti Asuhan di Yogyakarta dan Klaten.

Corporate Communication Director Danone Indonesia Arif Mujahidin mengatakan komitmen Danone, induk perusahaan Sarihusada, untuk terus berkontribusi memberikan pasokan makanan sehat dan bernutrisi untuk masyarakat selama pandemi. 

"Bantuan Yoghurt ini menyusul bantuan 10.000 tempe untuk kelompok rentan yang sama beberapa waktu lalu," kata Arif dalam keterangan tertulisnya. 

Bantuan itu, kata Arif berasal dari iusaha mikro kecil menengah (UMKM) binaan Danone. Dia berharap, usaha UMKM bisa kembali bergairah, meski tujuannya untuk berderma ke kelompok rentan dalam pandemi covid-19.

Baca juga : Mensos Perintahkan Dirut PT Pos Tambah Titik Penyaluran BST

"Bantuan ini guna menggerakkan kembali kegiatan UMKM tersebut, dengan menyerap produk mereka untuk dibagikan sebagai bantuan bagi kelompok rentan yang tersebar di Panti Asuhan. Kami juga akan membagikan masker, hand sanitizer dan edukasi tentang Covid-19 sebagai upaya meminimalilir dampak pandemi bagi kesehatan peternak," ujar Arif. 

Arif menjelaskan, Sarihusada telah melaksanakan program Peningkatan Mutu Susu selama dua puluh sembilan tahun dengan menggandeng konsultan dari Universitas Gadjah Mada dengan pola kemitraan. 

Kerja sama itu sebagai upaya untuk berbagi pengetahuan dan memberikan pendampingan kepada peternak lokal mitra Sarihusada yang ada di Jogjakarta dan Jawa Tengah.

"Dengan upaya tersebut diharapkan susu hasil peternak lokal yang berkualitas tinggi dapat diserap oleh industri susu secara nasional serta dapat berkontribusi pada pengembangan usaha lokal pengolahan makanan dan minuman berbasis susu seperti Yoghurt," jelas Arif.

Titik Suzana, pendamping LPTP selaku mitra Sarihusada mengatakan, pihaknya menyalurkan bantuan sebanyak 150 kilogram beras dan 250 paket yogurt, yang dialokasikan untuk komunitas pemulung Mardiko di TPST tersebut.

"Bantuan ini untuk mengurangi beban ekonomi dan sosial saudara-saudara kita di TPST Puyungan, akibat wabah virus corona," ujarnya. "Semua komoditas yang kami bagikan ini merupakan produksi beberapa usaha mikro kecil menengah (UMKM) binaan Sarihusada," tambahnya.

Titik menjelaskan, untuk komoditas yogurt, didapatkannya dari kelompok wanita tani 'Sumber Rejeki' yang berbasis di Cangkringan, Sleman. Sedangkan untuk beras, diperolehnya dari petani mitra dampingan, dari kawasan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.

"Distribusinya kita mulai sejak 5 Mei kemarin di beberapa panti asuhan di Yogyakarta. Khusus untuk yogurt, dalam satu hari kita distribusikan 250 botol ya, karena harus disesuaikan dengan kemampuan UMKM," ujarnya.

Senior Health Nutrition Manager Danone Indonesia Wailayati Ningsih mengungkapkan, rangkaian bantuan ini sekaligus jadi dorongan untuk kemandirian masyarakat dengan UMKM, khususnya dalam situasi pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir.

Baca juga :Masker bukan sekadar Aksesori di Wajah

"Gerak usaha harus tetap berjalan dan bertahan. Peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan juga menjadi tujuan dalam pendampingan Sarihusada untuk para pelaku UMKM," ujarnya.

Sukiyem, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sumber Rejeki yang memproduksi yoghurt bersyukur sekali karena masih bisa berproduksi saat pandemi ini.

“Titik Pemasaran kami paling tinggi adalah di tempat wisata dan sekolahan, dengan adanya pembatasan aktifitas, penjualan kami anjlok dan produksi nyaris terhenti”, Kata Sukiyem. 

KSM Sumber Rejeki sejak 2012 menjadi salah satu kelompok penerima manfaat tidak langsung dari Program Peningkatan Mutu Susu (PMS) yang dijalankan oleh Sarihusada, mereka menyerap susu produk dari peternak binaan di Yogya.

Program Peningkatan Mutu Susu berupaya mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh peternak lokal antara lain terbatasnya ketersediaan bibit sapi perah berkualitas, keterbatasan lahan untuk penanaman hijauan, rendahnya minat generasi muda menjadi peternak, terbatasnya pakan konsentrat yang berkualitas dengan harga terjangkau dan sumber air hingga rendahnya pengetahuan peternak dalam memelihara sapi perah dan penerapan teknologi, sehingga menghasilkan kualitas dan produktivitas susu tidak memadai. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT