17 May 2020, 14:26 WIB

Agar Korona Cepat Hilang, Anies Ingin Mobilitas Penduduk 20% Saja


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, berbagai pengetatan dan pembatasan yang saat ini dilakukan, tingkat penularan virus korona berkurang. Saat ini mobilitas penduduk Jakarta sudah tinggal 40% dari sebelum ada wabah Covid-19.

Sebelum adanya pembatasan, angka R0 Jakarta adalah 3,5-4,5. R0 (R nought atau R zero) adalah ukuran tingkat penyebaran virus korona. Pada pertengahan Maret sebelum pembatasan ditetapkan, angka R0 Jakarta 3,5 artinya satu orang terpapar Covid-19 menulari 3,5 orang.

"Kalau kita lihat intervensi Maret, mulailah angka reproduksi itu mengalami penurunan. Ilustrasinya menurun secara bertahap. Jakarta turun berkisar 1. Ada epidemiologis yang menghitung 0,9, ada yang 1,2. Angka bagus itu di bawah 1," kata Anies di Jakarta, Sabtu (16/5).

Baca Juga: Sebut DKI Episentrum Covid-19, Anies: Risiko Penularan Meluas

Namun, ia belum puas karena masih ada potensi penularan. Anies pun menginginkan agar mobilitas penduduk bisa lebih ditekan lagi hingga hanya tersisa 20%.

"Masyarakat Jakarta pada pertengahan Maret, data mobilitas penduduknya dari FKM UI sudah 60% di rumah. Sebenarnya, kita targetkan 80%. Nah, yang 20% ini yang kegiatannya esensial pangan, energi, keuangan. Tapi kita sudah lompat 60% saja sudah luar biasa sekali," ungkapnya.

Dengan menurunkan mobilitas penduduk hingga 80% serta membuat penduduk disiplin dengan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Anies optimistis tingkat penularan virus korona bisa diturunkan hingga di bawah 1. Ketika hal itu terjadi, Jakarta pun sudah siap memasuki masa transisi dengan melonggarkan PSBB.

"Kalau dia (R0) bisa sampai 0,3-0,5 praktis sudah terjaga. Kita harus menuju sampai ke situ. Kita sudah turun dari 3,5-4,5 turun sampai 1. Kita teruskan (PSBB) biar dia bisa sampai di bawah 1," tegasnya. (Put/OL-10)

BERITA TERKAIT