17 May 2020, 12:57 WIB

Tren Pelanggaran Mudik Terus Menurun


Tri Subarkah | Megapolitan

DIREKTORAT Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat tren penurunan pelanggar mudik Lebaran 2020. Meskipun angka pelanggar mengalami fluktuasi selama pelaksanannya yang sudah berjalan 23 hari, dalam beberapa hari belakangan, jumlahnya terus menurun.

"Kemarin ada 403 jumlah pelanggar mudik. Sehari sebelumnya 449 pelanggaran," ungkap Dirlantas PMJ Kombes Sambodo Purnomo Yogo melalui keterangan tertulis kepada Media Indonesia, Minggu (17/5).

Dalam pelaksanan hari ke-23, Sabtu (16/5), jumlah pelanggaran terbanyak terjadi di pos pengamanan terpadu di Gerbang Tol Cikarang Barat, yakni 187 pelanggaran.

Baca juga: Langgar PSBB, Pilih Sanksi Menyapu Jalanan

Sementara itu, di Gerbang Tol Cikupa hanya tercatat 57 pelanggaran. Sedangkan yang terjadi di ruas jalan arteri jumlahnya 159 pelanggaran.

Berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya, tren penurunan larangan mudik tersebut sudah terjadi sejak lima hari terakhir.

Pada Selasa (12/5), misalnya, total pelanggar mudik di 18 pos pengamanan terpadu berjumlah 637 kasus. Besoknya, Rabu (13/5), turun menjadi 566 pelanggaran.

Pada Kamis (14/5), pelanggaran yang terjadi berjumlah 479, dan Jumat (15/5) mengalami penurunan lagi di angka 449.

Diketahui, pemerintah telah melarang masyarakat untuk mudik Lebaran tahun ini guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 ke daerah lain. Pihak kepolisian menerjemahkan larangan itu dengan melaksanakan Operasi Ketupat Jaya lebih awal, sejak Jumat (24/4).

Untuk menyukseskan kegiatan itu, Ditlantas Polda Metro Jaya sendiri mendirikan 18 pos pemantauan terpadu. Dua pos diletakan di Cikarang Barat dan Cikupa (sebelumnya Bitung), sedangkan ke-16 sisanya tersebar di jalur arteri perbatasan.

Pihak kepolisian melakukan penyekatan jalan dan memeriksa kendaraan. Bagi kendaraan yang kedapatan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek untuk mudik, petugas di lapangan akan meminta mereka untuk memutarbalikkan kendaraannya ke rumah masing-masing.

Selain itu, bagi travel gelap yang kedapatan mengangkut penumpang, akan dikenai sanksi sesuai Pasal 308 Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sambodo menegaskan dirinya tidak segan-segan memecat anggota di lapangan apabila kedapatan menerima sogokan dari pemudik di pos penjagaan.

“Kalau masyarakat bisa menyampaikan buktinya, videonya pasti kita akan tindak tegaslah, kita tidak main-main masalah mudik,” tandas Sambodo. (OL-1)

BERITA TERKAIT