17 May 2020, 15:15 WIB

Patuh Aturan, Kafe di Wellington Tolak PM Ardern


Willy Haryono | Internasional

DI Selandia Baru, semua orang tidak mendapat pengecualian di bawah aturan penguncian wilayah (lockdown) seputar pandemi covid-19. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern juga tidak mendapat pengecualian saat berusaha memasuki sebuah kafe.

PM Ardern bersama sang tunangan Clarke Gayford dan beberapa teman berusaha memasuki sebuah kafe di Wellington pada Sabtu (16/5). Namun, mereka ditolak masuk karena jumlah maksimal pengunjung yang boleh diterima di kafe tersebut sudah mencapai batas.

"Saya bertanggung jawab untuk semua ini. Saya tidak memperhitungkan dan tidak membuat reservasi," tulis Gayford di akun Twitter, dilansir dari laman The Straits Times, Minggu (17/5).

Baca juga: Angka Kematian akibat Covid-19 di AS Tembus 88.500

Setelah Selandia Baru menurunkan lockdown ke level 2, kafe-kafe sudah diizinkan beroperasi kembali sejak Kamis (14/5). Namun, aturan menjaga jarak sosial (social distancing) tetap diberlakukan.

Seorang warga yang melihat PM Ardern mengatakan kepada media Stuff bahwa staf kafe "terlihat canggung saat mengatakan semua meja telah penuh." PM Ardern tidak mencoba berargumen dan pergi meninggalkan kafe tersebut.

Selang beberapa menit usai insiden itu, beberapa pengunjung selesai makan di kafe tersebut. Para staf pun berlari keluar dan memanggil PM Ardern untuk menginformasikan adanya meja kosong.

"Mereka mengejar kami melintasi jalanan saat ada meja kosong. Sungguh pelayanan yang baik. Nilainya A+," ungkap Gayford di Twitter.

Selandia Baru merupakan satu dari sedikit negara yang dinilai sukses mengendalikan penyebaran covid-19. Karena tren penurunan terus terjadi, PM Ardern pun menurunkan level lockdown secara berkala, dari sebelumnya berada di angka maksimal 4.

April lalu, Selandia Baru mengklaim telah berhasil mengalahkan transmisi lokal covid-19.

Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Minggu ini, total kasus covid-19 di Selandia Baru berada di angka 1.498 dengan 21 kematian dan 1.433 pasien sembuh. (OL-1)

BERITA TERKAIT