17 May 2020, 11:00 WIB

Tetap Mampu Beri Makanan Bintang Peliharaan, GLZoo Tuai Pujian


Agus Utantoro | Nusantara

DIREKTUR Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Wiratno mengapresiasi kondisi Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta yang hingga kini masih mampu mencukupi kebutuhan pakan satwa.

Menurut dia, sebagai lembaga konservasi umum yang sepenuhnya  penghasilannya berasal dari pengunjung, GLZoo tetap mampu memberikan pakan yang  sesuai dengan standar asupan dan pemenuhan gizi satwa.

"Meski dalam beberapa bulan terakhir ini tutup dan tidak ada pengunjung akibat pendemi covid-19, GLZoo Yogyakarta tetap mampu memenuhi  kebutuhan pakan dan kesehatan satwanya," tutur Wiratno di sela meninjau kondisi satwa di GLZoo pada masa pandemi covid-19, Sabtu (16/5).

Baca juga: 2 500 Perantau Asal Kendal tidak Mudik

Menurut dia, saat ini, masih ada kebun binatang dan lembaga konservasi yang masih mampu menghidupi satwa koleksinya. Namun, ada pula kebun binatang lain yang tidak mampu lagi membiayai pakan untuk satwa koleksinya.

Bagi yang menghadapi kondisi ini, ujarnya, akan dibantu pemerintah karena satwa langka yang dikoleksi itu berstatus sebagai milik negara.

"Status hewan yang dilindungi itu milik negara, maka pemerintah bertanggung jawab membantu, termasuk relaksasi pajak," ujarnya.

Dalam kondisi paceklik dan diikuti dengan pendapatan nol rupiah seperti sekarang, ujarnya, GLZoo tidak pernah minta bantuan untuk mencukupi kebutuhan pakan satwanya.

Ia juga mengapresiasi, dengan kondisi yang sekarang justru banyak inovasi dan dukungan dari masyarakat, termasuk Fakultas Kedokteran Hewan UGM yang membantu pakan untuk kebun binatang ini.

"Di sini punya  strategi, manajemen GLZoo bagus. Sekarang ini GL Zoo akreditasinya B gemuk  semoga nanti meningkat jadi A," ungkapnya.

Sementara Dirut GL Zoo KMT A Tirtodiprojo mengaku banyak belajar dengan bencana yang terjadi di Yogyakarta, seperti gempa bumi, kasus flu burung, letusan Gunug Merapie rbagai bencana yang pernah dialami ini memberikan inspirasi bahwa kebun binatang yang dikelolanya ini harus memiliki cadangan pakan satwa.

"Cadangan kami dapat bertahan hingga enam bulan," katanya.

Karena itu, ujarnya, menghadapi kondisi akibat pandemi covid-19 ini, cadangan pakan GLZoo masih bisa bertahan hingga Agustus mendatang.

"Kami  membuat cadangan pakan satwa hingga enam bulan ke depan. Dan sampai Agustus nanti masih ada cadangan pakan satwa," kata Kangjeng Mas
Tumenggung Titrodiprojo atau yang akrab disapa Joko Tirtono itu.

Ia menyebutkan biaya opearasional GLZoo mencapai Rp1,5 miliar per bulan, baik itu untuk pakan satwa maupun membayar gaji karyawan.

Saat ini, imbuhnya, masyarakat cukup banyak yang berinsiatif dan berpartisipasi menyumbang pakan untuk satwa koleksi GLZoo.

"Termasuk kerja sama dengan supermarket. Jualan buah-buahan di supermarket yang kadaluwarsa dan tidak layak dikonsumsi manusia, tapi masih layak untuk binatang bisa dimanfaatkan di GLZoo," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT