17 May 2020, 07:05 WIB

Karaniya Dharmasaputra, Neneng Goenadi William Sumbangsih Unicorn


MI | Weekend

BERKOLABORASINYA tiga startup besar dalam menginisasi program #PatunganUntukBerbagiTHR dijelaskan Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, ialah karena berkaca dari kekuatan bangsa selama ini dan kemajuan teknologi digital.

"Kalau ada bencana, masyarakat kita bergerak bersama-sama. Orangorang baik bermunculan. Nah, yang unik adalah pandemi covid-19 ini merupakan bencana besar pertama yang kita alami ketika Indonesia memiliki kekuatan teknologi digital yang katanya sudah sangat mumpuni saat ini dan kebetulan pandemi ini membuat kita susah melakukan kontak dengan manusia lainnya.

Jadi, saya kira ini akan menjadi kolaborasi yang sangat unik," imbuh pria lulusan George Washington University itu. CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, melanjutkan, kekuatan teknologi digital itu pun tetap perlu berkolaborasi dengan organisasi lainnya, terutama yang memiliki kader besar, agar penyaluran bantuan tepat sasaran. Dari situlah mereka menggandeng Jaringan Gusdurian dan PP Pemuda Muhammadiyah.

"Kita masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, tapi kalau kita berkolaborasi, akan saling menguatkan. Kolaborasi saja belum cukup, kita perlu jaminan bahwa donasi yang kita kumpulkan ini dapat tepat sasaran. Oleh karena itu, kami butuh mitra, makanya kita berkolaborasi juga dengan Jaringan Gusdurian dan PP Pemuda Muhammadiyah agar penyaluran bantuan kami tepat sasaran," paparnya.

Hal serupa dikatakan Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia. "Kami percaya bahwa dengan kolaborasi jangkauannya akan makin luas dan tepat sasaran. Rekan-rekan dari Jaringan Gusdurian dan Pemuda Muhammadiyah akan membantu kami memverifikasi siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan gerakan #PatunganUntukBerbagiTHR ini, khusus wilayah Jabodetabek, karena di sini merupakan episentrum dari kasus covid-19 di Indonesia," pungkasnya. (Bus/M-1)

BERITA TERKAIT