17 May 2020, 06:25 WIB

Anita Hayatunnufus Wahid Kerja Amanah para Gusdurian


BAGUS PRADANA | Weekend

JARINGAN Gusdurian telah lama dikenal tidak hanya sebagai wadah para murid dan pengagum pemikiran Gus Dur, tetapi juga melanjankan beragam gerakan kemanusiaan yang nyata. Sebab itu, jaringan ini juga antusias bergabung dalam program kolaborasi #PatunganUntukBerbagiTHR yang digagas OVO, Tokopedia, dan Grab.

Anita Hayatunnufus Wahid, putri ketiga mendiang Presiden Abdurrahman Wahid yang merupakan salah satu sosok penggerak Gusdurian, meng ungkapkan jika Gusdurian sebelumnya memang telah dipercaya sejumlah perusahaan untuk menya lurkan paket bantuan. Dalam penya luran itu, Gusdurian selalu menjaga amanah dengan proses yang transparan. Mereka pun dengan senang hati ketika diminta berkolaborasi dalam program #PatunganUntukBerbagiTHR.

"Kemudian kita mulai membahas apa yang perlu dilakukan. Akhirnya, disepakati bahwa yang Gusdurian lakukan justru adalah mencari pesantren sebagai target penyaluran bantuan ini karena biar bagaimanapun memang ada pesantren-pesantren yang tidak bisa memulangkan anak-anaknya," tuturnya kepada Andy F Noya.

Untuk penyaluran THR tersebut, perempuan kelahiran Jombang, 29 November 1977, itu menjelaskan jika dibantu sekitar 1.000 relawan. Mereka melakukan verifi kasi yang tepercaya sehingga bantuan dapat tepat sasaran. "Pengirimannya pun menggunakan ojek online, kami memilih itu supaya para pengemudi ojek ini juga mendapatkan manfaat dari program ini. Dan kami memastikan pengiriman ini juga agar tidak ada kerumunan orang, jangan sampai orang grudug minta bantuan, akhirnya penularan malah justru terjadi. Jadi, kami memastikan agar itu tidak terjadi dengan cara dikirimkan langsung ke rumah-rumahnya," tutur perempuan yang akrab disapa Ning Nita itu.

Gerakan Saling Jaga Di luar kolaborasi #PatunganUntukBerbagiTHR, Jaringan Gusdurian sudah melakukan sejumlah gerakan, salah satunya ialah gerakan #Saling- Jaga yang diinisiasi Gusdurian Peduli. Anita menjelaskan, gerakan #Saling- Jaga dilakukan dengan penggalangan dana melalui medsos dan platform daring dengan target pengumpulan dana Rp2 miliar.

"Berhasil tercapai hanya dalam jangka waktu satu bulan. Kemudian pascatarget tersebut tercapai, rekanrekan Gusdurian pun menaikkan target donasi hingga jangka waktu yang tak terhingga. Banyak juga instansi yang bekerja sama dengan Gusdurian untuk penyaluran dana ini," tutur perempuan yang juga penggerak Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafi ndo) ini.

Dana yang terkumpul kemudian disalurkan dalam bentuk paket sembako dan paket kesehatan yang dapat mencakup kebutuhan keluarga standar selama 1 bulan. Penyaluran paket dilakukan melalui pokso mereka yang ada di 66 kota di Indonesia dan 1 di Kuala Lumpur, Malaysia. Anita meng ungkapkan jika seluruh gerakan mereka juga merupakan wujud dari pengalaman semangat kemanusiaan dan patriotisme yang diajarkan Gus Dur. (M-1

BERITA TERKAIT