17 May 2020, 05:55 WIB

Masjid di Jakarta Diimbau tidak Gelar Salat Id


Ins/Put/Aiw/KG/FL/X-11 | Humaniora

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta dan Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta mengeluarkan Surat Seruan Bersama tentang Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1441 H. Isinya mengimbau seluruh umat dan pengurus masjid atau musala se-DKI Jakarta untuk tetap beribadah Idul Fitri dengan menghindari berkumpulnya massa dalam jumlah besar atau berjemaah.

“Salat Idul Fitri, yang lazimnya dilaksanakan berjemaah di masjid atau di lapangan agar dilakukan bersama keluarga di rumah,” ujar Ketua MUI DKI Jakarta, KH Munahar Muchtar, kemarin. Pihaknya juga mengimbau warga tidak melaksanakan takbir keliling.

Imbauan serupa disampaikan oleh Pemkot Depok. “Kami bersama Forkopimda, MUI Kota Depok, Komisi Fatwa MUI Kota Depok, dan Dewan Pakar sepakat salat Idul Fitri dilaksanakan di rumah dan tidak diperkenankan untuk dilaksanakan secara berjemaah di masjid, musala, atau
lapangan,” kata Wali Kota Depok, Idris Abdul Somad.

Idris mengaku tidak adanya ibadah salat Idul Fitri di tempat umum membuat sedih perasaan umat muslim. Namun, dia yakin Allah SWT segera mengabulkan doa umat-Nya dan warga bisa keluar dari pandemi covid-19.

Jatim izinkan

Pemprov Jawa Timur memperkenankan masjid menggelar salat Idul Fitri. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono, mengatakan pihaknya memperkenankan setelah menerima surat dari sejumlah organisasi kemasyarakatan, termasuk dari MUI Jatim.

“Jadi, surat edaran yang kami keluarkan itu sudah sama persis dengan surat edaran MUI,” ujar Heru.

Aturan yang diberlakukan dalam salat Idul Fitri kali ini, antara lain, bacaan khotbah dan surat dalam salat tidak boleh terlalu panjang, lalu jarak saf atau barisan jemaah harus lebih dari satu meter. Saf salat akan diatur zig-zag untuk menghindari kontak fisik.

Selain itu, jemaah yang akan masuk masjid harus melewati pengukur suhu tubuh. Mereka yang memiliki suhu lebih dari 38 derajat Celsius tidak diperkenan masuk. Jemaah juga wajib memakai masker. Pihaknya juga meminta masjid menyediakan tempat cuci tangan dengan air mengalir.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas, menilai sah-sah saja warga menjalankan salat Idul Fitri berjemaah jika di daerah mereka sudah dinyatakan aman dari penyebaran virus korona.

Untuk mengetahui apakah penyebaran virus di satu sudah terkendali, warga diminta berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan mendengarkan pandangan dan kesimpulan para ahli. (Ins/Put/Aiw/KG/FL/X-11)

BERITA TERKAIT