17 May 2020, 05:00 WIB

Masker bukan sekadar Aksesori di Wajah


Thomas Harming Suwarta | Humaniora

YOUTUBER Indira Kalistha tengah ramai diperbincangkan terkait ucapannya yang dianggap meremehkan covid-19. Dalam akun Youtuber Gritte Agatha, Indira mengaku jarang memakai masker saat keluar rumah.

“Aku jarang pakai masker. Kalau sheet mask, aku pakai setiap hari. Kalau masker yang udara-udara gitu, aku enggak pakai. Kecuali memang kayak ditegur gitu, kayak, ‘Bu, bisa pakai maskernya?’ Pakai. Namun, kalau enggak ditegur, kita lepas lagi. Ini napas sayang-sayang ditutup-tutup gitu, loh. Sesak, nih, dada juga sesak,” ujarnya. Sontak, pernyataan Youtuber yang memiliki 3,1 juta subscriber ini menjadi trending di Twitter pekan ini.

Umumnya netizen mengecam Indira yang meremehkan kerja keras pemerintah dan tenaga medis yang gencar memberi peringatan bahayanya covid-19.

Gritte Agatha pun meminta maaf atas video di Youtube miliknya itu dan kemudian menghapus video perbincangan dengan Indira.

Pernyataan Indira merupakan gambaran umum dan masih banyak warga yang abai dengan penggunaan masker. Di Depok, misalnya, sejumlah warga masih banyak ditemukan tidak memakai masker saat ke luar rumah.

‘’Mereka kemudian disuruh menyapu jalan dengan sapu lidi,’’ ujar Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratna Nurdiany, kemarin.

‘’Ke depan kita akan lebih tegas sesuai pergub. Tidak menggunakan masker denda Rp100 ribu- Rp250 ribu,’’ tambahnya.

Namun, di sisi lain, masih banyak warga dengan kesadaran sendiri menggunakan masker saat keluar rumah.

Sadullah, 56, misalnya, walau awalnya mengaku tidak terima, akhirnya memahami pentingnya penggunaan masker. Dia sadar usianya yang tidak muda lagi menjadi sasaran empuk covid-19.

‘’Paling aman memang pakai masker,” ujar warga Srengseng, Jakarta Barat ini.

“Saya harus sehat dan tidak menularkan virus itu. Maka saya harus menjaga diri dengan memakai masker,” ujar warga Jakarta lainnya, Aprila Herawati. Untuk mendukung penggunaan masker, organisasi Amerika Bersatu menggelar sosialisasi penggunaan masker melalui kompetisi
virtual.

Kompetisi menggunakan masker kain Indonesia ini juga untuk memperkenalkan kain Indonesia ke warga internasional. ‘

’Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk membuat masker jadi menyenangkan, sambil berkreasi untuk keselamatan. Tentunya indah sekali untuk mengglobalkan kain Indonesia di balik selembar masker,” ujar penggagas acara, Agus Balthazar dari Washington, dalam webinar
Masker Lebaran, kemarin.

Beraptasi

Juru Bicara Nasional untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menegaskan masyarakat harus cepat beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan covid-19.

“Kalau kita tidak bisa hidup dengan sistem seperti ini, sementara virus masih ada, kita tidak bisa selamat. Kita tidak akan bisa bertahan dengan kondisi seperti ini. Hanya satu yang bisa kita lakukan untuk bertahan, beradaptasi dengan pola hidup yang baru,” kata Yurianto.

Pola hidup baru yang dimaksud ialah memegang teguh dan menjalankan secara disiplin setiap protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, di antaranya tertib menerapkan pola hidup ber sih dan sehat, melakukan phisycal distancing, dan menggu na kan masker saat bepergian. “Ini pilihan kita kalau kita ingin selamat,” imbuhnya. (KG/Put/Sru/Fet/Ata/X-10)

BERITA TERKAIT