16 May 2020, 21:10 WIB

Ariesandi Buka Hipnoterapi Gratis Bagi Warga Terdampak Covid-19


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

ATURAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam penanganan covid-19 membawa perubahan besar terhadap masyarakat Indonesia. 

Sebagian dapat dengan cepat menyesuaikan diri, namun banyak juga yang melihat hal ini sebagai sebuah kendala dan penghambat produktifitas terlebih bagi yang terkena kondisi semi-pemutusan hubungan kerja (PHK) 

Menurut Pendiri Akademi Hipnoterapi Indonesia (AHI) Ariesandi Setyono, perlu disadari bahwa ada bagian dari diri seorang manusia yang tidak dapat dikekang dan bahkan sangat bebas berkelana serta menghasilkan produktifitas yang sama baiknya dengan kondisi sebelum dampak covid-19. Dan bagian ini adalah pola pikir. 

Pola pikir dapat didayagunakan dengan tepat untuk menghasilkan produktivitas. Namun perlu diketahui juga bahwa 'pikiran' juga bisa digunakan mengembangkan kecemasan, kekurangan dan ketakutan.

Ia menjelaskan, pikiran yang diisi dengan kegembiraan tak dapat merasakan kesedihan, sedangkan pikiran yang diisi dengan produktivitas dan keberlimpahan tak dapat merasakan kekurangan;

Baca juga : Presiden : Pangkas Prosedur Penyaluran Bantuan Tunai

"Pikiran yang diisi dengan ketakutan dan kekurangan tak dapat merasakan optimisme dan keberlimpahan. 

Karena dalam satu saat "pikiran" hanya dapat mengolah satu hal "Pikiran" kita ibarat seperti tanah yang dapat menumbuhkan tumbuhan apapun yang dilemparkan padanya," jelas Ariesandi dalam keterangan tertulisnya. 

Untuk membantu masyarakat Indonesia mengembangkan pikiran optimistis, Ariesandi memberikan terapi online gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak covid-19. 

Video konsultasinya sudah bisa disaksikan di platforn youtube dengan akun program pikiran. Ia juga membuka website pribadi terapigratis.ariesandi.com untuk mengakses lebih luas layanan hipnoterapi miliknya.

"Lewat terapi ini, saya berharap bisa memberaskan kekhawatira, kecemasan, ketakutan, atau psikosomatis lainnya akibat dampak negatif pandemi covid-19," pungkasnya. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT