16 May 2020, 23:10 WIB

Dies Natalis ke-56, Ini Strategi UNJ Jadi Center of Education


Syarief Oebaidillah | Humaniora

PENDIDIKAN merupakan modal utama yang menentukan tumbuh kembangnya suatu masyarakat dan bangsa. Pendidikan juga merupakan harapan bagi lahirnya generasi arif-bijaksana dan bangsa yang berkeadaban.

" Sejalan dengan niat suci ini, Universitas Negeri Jakarta memantapkan dan menetapkan diri sebagai Kampus Pendidikan, center of education sejak 56 tahun lalu kampus ini berdiri," kata Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin saat membacakan sambutan tertulis pada peringatan Dies Natalis UNJ ke 56 yang digelar secara virtual, di kampus UNJ Jakarta, Sabtu ( 16/5).

Peringatan Dies Natalis UNJ juga disaksikan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Main dan sejumlah pejabat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Komarudin mengungkapkan Presiden Soekarno pada 1953 menorehkan prasasti Rawamangun sebagai city of intellect, kota mahasiswa saat UNJ masih bernama.IKIP Jakarta. Hal iitu dinilai modal dan spirit penting bagi UNJ yang berada di Rawamangun Jakarta untuk mengembalikan dan memosisikan diri sebagai pivot, center of education di Indonesia dan bahkan di kawasan Asia.

Strategi untuk melejitkan Universitas Negeri Jakarta sebagai center of education salah satunya adalah membangun School of Thought, Mazhab Pendidikan Universitas Negeri Jakarta. Seperti halnya Chicago School (AS), Frankfurt School (Jerman), Anales School (Perancis), dan School of Thought lainnya.

School of Thought, mazhab ini sangat penting sebagai penciri, identitas, dan pemosisian diri bagi Universitas Negeri Jakarta.

"Secara reflektif historis kita sebenarnya telah meletakkan fondasi awal School of Thought ini, melalui pemikiran-pemikiran para pendahulu kita yang luar biasa, seperti Prof. Winarno Surakhmad, Prof. Conny R. Semiawan, Prof. H.A.R Tilaar, Prof. Anah Suhaenah, Prof. Sutjipto, Prof. Yusuf Adi Miarso, Prof. Arief Rachman, dan para professor lainnya, " papar Komarudin.

Baca juga : Kemendibud : Hanya 13,2 Persen PAUD Gunakan Metode Belajar Daring

Tanggung jawab kita, lanjut dia, ialah meneruskan dan mengembangkan pemikiran-pemikiran para pendahulu kita dengan perspektif-perspektif yang relevan dengan kondisi dan tuntutan pendidikan saat ini dan masa depan.

Ia melanjutkan strategi kedua untuk melejitkan UNJ sebagai center of education yaitu mentransformasi manajemen-organisasional.

"Saatnya kini, kita menggesar paradigma manajemen kampus dari yang bersifat kolegial-konvensional ke kolegial-professional. Dari individual ke institusional, dari sistem manual ke sistem digital, dari yang parsial ke universal," ujar Komarudin.

Budaya tata kelola yang baik dilakukan lewat “tri budaya”, yaitu keterpaduan antara budaya organisasi, budaya kerja, dan budaya mutu. Tri budaya ini menjadi modal sekaligus parameter untuk membangun UNJ bereputasi di Kawasan Asia.

Ketua Panitia Dies Natalis UNJ ke 56, Liliana Muliastuti mengutarakan akibat pandemi covid 19 UNJ menggelar peringatan secara virtual .Kendati begitu pihaknya telah mempersiapkan acara dengan sebaik baiknya.

"Ditengah keprihatinan wabah covid-19 kami kemas Dies Natalis ini dengan rangkain lintasan sejarah UNJ , penampilan karya riset dan inovasi mahasiswa dan dosen, kegiatan Satlak UNJ Peduli pada rumah sakit dengan pembagian APD serta berbagi sembako kepada masyarakat. Juga kami tayangkan 56 buku karya akademisi UNJ yang kami luncurkan sebagai bentuk kontribusi bagi negeri, " papar Liliana Muliastuti.

Rangkaian acara diiringi seni musik dan tari sera ,orchestra UNJ ,juga pembacaan puisi oleh Helvy Tiana Rosa dosen UNJ yang juga sastrawan dan produser film. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT