16 May 2020, 20:40 WIB

Baru 1 Desa di Boyolali Cairkan BLT DD untuk Tanggulangi Covid-19


Widjajadi | Nusantara

Baru satu dari 261 desa di Kabupaten Boyolali yang mencairkan Dana Desa untuk dibagikan kepada warga masyarakat miskin terdampak pandemi Covid-19. Secara keseluruhan ada sekitar Rp61 miliar Dana Desa untuk penanggulangan Covid-19.

"Baru satu desa, yakni Desa Andong, Kecamatan Andong yang mencairkan bantuan tunai langsung (BLT) Dana Desa untuk dibagikan kepada 141 penerima manfaat yang terdampak Covid-19, dengan besaran Rp600 ribu tiap bulan, mulai Mei, Juni, dan Juli," ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Boyolali, Purwanto tadi siang.

Dia paparkan, Dispermasdes sudah meminta Pemerintah Desa (Pemdes)  untuk melakukan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dalam rangka menetapkan penerima manfaat dari program penanggulangan Covid-19 ini. Bagi Pemdes yang belum bisa melaksanakan Mei, bisa memulai bulan Juni.

Baca Juga: Pemkot Tegal akan Gelar Rapid Test Acak di Pusat Berbelanjaan

Namun ditegaskannya, sebagai acuan, pihaknya meminta agar BLT DD ini diberikan hanya untuk tiga bulan saja dan dicairkan setiap sebulan sekali atau tidak boleh diterima dobel pada bulan tertentu.

Pemanfaatkan Dana Desa (DD) untuk warga terdampak Covid-19 ini sesuai dengan aturan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) RI. Setidaknya ada tiga jenis peruntukkan DD, yakni untuk penanganan Covid-19, padat karya tunai desa, dan bantuan langsung tunai (BLT) DD.

"Ada perhitungan prosentasenya. Bagi desa dengan DD sebesar Rp800 juta ke bawah adalah sebesar 25%. Sementara kisaran Rp800 juta-Rp1,2 miliar sebesar 30%, dan Rp1,2 ke atas ini bisa 35%," tutur Purwanto.

Baca Juga: Blora dan Boyolali Masuk Zona Merah

Dispermasdes Boyolali telah menghitung jumlah DD yang bisa dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19 ini, total mencapai Rp63 miliar di 261 Desa di Boyolali.

Terkait siapa saja warga yang berhak menerima atau yang disebut penerima manfaat BLT DD ini, adalah warga rentan miskin yang belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari berbagai program yang digulirkan pemerintah.

''Kriterianya sesuai dengan juknis yang kita buat bahwa untuk penerima BLT DD ini adalah data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) non-bantuan, yang belum mendapatkan bantuan, baik itu PKH (Program Keluarga Harapan), bantuan pangan non tunai (BPNT), maupun bantuan perluasan PKH sehingga kita akomodir dengan BLT dana desa,'' papar dia.

Dispermasdes Boyolali berharap dengan pemanfaatan DD ini bisa membantu mengatasi kebutuhan pokoknya terutama pangan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.(WJ/OL-10)

Caption : Penyerahan simbolis BLT Dana Desa di Boyolali. (MI/Istimewa)

BERITA TERKAIT