16 May 2020, 19:58 WIB

Anggota DPRD NasDem Minta Pasien Covid-19 Jangan Didiskriminasi


Martinus Solo | Nusantara

Kasus positif corona virus disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Papua Barat sudah mencapai 88 orang. Kasus ini tersebar di beberapa kabupaten, yaitu Kabupaten Sorong 29 kasus, Teluk Bintuni (19), Kota Sorong (17), Raja Ampat (15), Manokwari (6), Manokwari Selatan (1), dan Fakfak (1).

Diperkirakan kasus positif terpapar korona ini akan bertambah. Sejumlah hasil swab dari Papua Barat sedang menunggu kasil dari balai laboratorium kesehatan Makassar. Masyarakat pun diminta untuk tidak mendiskriminasi pasien Covid-19.
 
Legislator Papua Barat, Saul Rante Lembang mengatakan, siapapun dia yang mengucilkan pasien positif corona virus disease 2019 (C-19) di daerah ini, sudah menjadi musuh bersama.

Baca Juga: Papua Barat Tanggap Darurat Covid-19

''Artinya pasien yang positif Covid-19 itu adalah saudara kita juga. Sehingga kita memberikan support kepada mereka supaya menambah semangat hidup mereka. Karena ketika sudah tepapar korona lalu diberikan stigma negatif atau kucilkan maka pasti kondisi saudara-saudara kita itu terpuruk,'' kata Saul Rante Lembang kepada wartawan, Sabtu (16/5).

Ketua Fraksi NasDem DPR Papua Barat itu mengatakan, harus memastikan pasien korona akan sembuh karena sudah terbukti di Papua Barat. Ada 2 orang sudah dinyatakan negatif korona. Yang terpenting adalah menjalankan protokoler kesehatan.
 
Kemudian yang harus dilakukan para pasien Covid-19 adalah membangun komunikasi dengan Tuhan, bergantung dan berharap hanya kepada Yang Maha Kuasa, jangan berharap kepada manusia.

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 di Papua Barat Bertambah 5 Orang

''Saudara-saudara kita ini punya hak juga untuk hidup, jadi yang pertama membangun komunikasi dengan Tuhan. Kemudian kedua yakinlah bahwa positif korona itu akan berlalu dan sembuh, karena faktanya bahwa pasien positif 2 orang sudah sembuh,'' ujarnya.

Legislator Papua Barat dua periode ini juga menghimbau kepada masyarakat untuk jangan menyebarkan informasi hoaks yang meresahkan publik di tengah pandemi korona ini.

''Jangan memanfaatkan situasi pandemi ini untuk menyebarkan informasi hoaks atau berita bohong tetapi seharusnya memberikan informasi yang benar dan menyejukkan sehingga tidak berdampak menimbulkan keresahan masyarakat,'' harap Politisi NasDem berdarah Toraja itu sembari mengatakan persoalan penanganan Covid-19 diserahkan kepada Pemerintah Daerah. (MS/OL-10)

BERITA TERKAIT