16 May 2020, 18:10 WIB

Alumnus ESMOD Ditemukan Tewas Penuh Luka di Jember


Usman Afandi | Nusantara

WARGA lingkugan Telengsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember, Jawa Timur Yohanes Satriyo Leonardo Garry, yang merupakan seorang pekerja fashion ditemukan meninggal di dalam rumahnya pada Jumat (15/05) malam.

Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Fran Dalanta Kembaren menjelaskan, saat ditemukan kondisi korban berlumuran darah dan memiliki luka di kepalanya. Pihaknya menduga korban dibunuh serta meninggal sejak dua atau tiga hari sebelumnya.

"Saat ditemukan posisinya tengkurap berlumur darah di salah satu kamar. Sementara luka yang kita temukan ada di bagian kepala. Tetapi lebih jelasnya kita tunggu hasil otopsi," ujar Fran Dalanta kepada wartawan, Sabtu (16/5)

Petugas langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan aksi kejahatan. Kendati demikian pihaknya tidak  menjelaskan barang bukti yang dimaksud. Selain itu, muncul dugaan tewasnya korban karena motif pencurian.

"Sementara ini kita masih melakukan penyelidikan terlebih dahulu, karena dari (keterangan) keluarga korban (menyatakan bahwa) mobilnya tidak ada," ujarnya.

Baca Juga: Seorang Transgender di Jakarta Utara Tewas Dibakar

Sementara itu, meninggalnya korban, pertama kali diketahui oleh saudaranya saat memasuki rumah tersebut pada Jumat (15/05) malam. "Waktu itu kami habis salat tarawih, dapat laporan dari warga, katanya ada pembunuhan. Biasanya kan adiknya langsung masuk ke rumah itu, tetapi saat itu tidak bisa," ujar Misyadi yang juga sebagai Ketua RW 7 tempat korban tinggal.

Hingga saat ini, jenazah korban Garry sudah berada di kamar mayat RSD dr Soebandi Jember untuk keperluan otopsi. Dari informasi yang dihimpun, korban Garry semasa hidupnya pernah menempuh pendidikan fashion di sekolah fashion kenamaan, ESMOD Jakarta. (OL-13).

Baca Juga: Hari Ini, 3.911 Pasien Covid-19 Sembuh, 17.025 Positif

BERITA TERKAIT