16 May 2020, 16:00 WIB

LSI Denny JA: Kegiatan Ekonomi Indonesia Bisa Dibuka di 5 Wilayah


Putri Rosmalia Octaviyani | Ekonomi

PENELITI Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ikram Masloman, mengatakan bahwa kegiatan ekonomi memang perlu dibuka untuk mencegah keterpurukan ekonomi menjadi lebih parah. Namun, kegiatan harus dilakukan dengan tetap menerapkan protokol pencegahan covid-19.

“Banyak negara sudah mulai membuka kegiatan ekonominya sejak akhir april dengan tetap ada pembatasan,” ujar Ikram, dalam konferensi pers, secara virtual, Sabtu, (16/5).

Ikram mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh LSI, kegiatan ekonomi dapat dilakukan secara bertahap di lima wilayah di Indonesia. 

Kelimanya ialah DKI Jakarta, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, dan Provinsi Bali.

Ikram mengatakan, berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 10 April hingga 11 Mei 2020, kelima wilayah tersebut telah menunjukkan penurunan jumlah pasien positif covid-19 secara konsisten. Dengan begitu, kegiatan ekonomi sudah mulai dapat dilakukan secara bertahap.

“Apalagi seperti DKI itu pusat ekonomi, jadi mungkin pergerakan ekonomi di daerah-daerah tersebut bisa mempercepat pemulihan ekonomi,” ujar Ikram.

Baca juga: Daerah Batasi Pergerakan Warga

Selain itu, rekomendasi lain yang harus dipertimbangkan ialah penerapan pembatasan usia bagi karyawan yang dapat kembali bekerja di kantor. Pekerja yang berusia di atas 45 tahun serta yang memiliki riwayat penyakit bawaan harus tetap diperintahkan untuk bekerja di rumah. Dengan begitu kasus positif dan meninggal tak akan kembali meningkat.

Meski begitu, pembukaan kegiatan ekonomi tetap harus dilakukan dengan penerapan protokol pencegahan covid-19 dengan disiplin dan konsisten dari masyarakat. Dengan begitu, tidak akan ada gelombang kedua penularan covid-19 di Indonesia.

“Kita belajar dari pandemi flu Spanyol bahwa gelombang kedua penyebaran lebih masif dan lebih mematikan. Jangan sampai terjadi seperti itu,” tutup Ikram. (A-2)

BERITA TERKAIT