16 May 2020, 15:28 WIB

Dengan UV Box Buatan UGM, Masker N95 Bisa Dipakai Berulang


Ardi Teristi | Nusantara


Peneliti di UGM menemukan cara agar masker N95 bisa digunakan
berulang-ulang oleh paramedis. Dengan langkah ini, kelangkaan dan mahalnya harga masker N95 bisa diatasi.

Cara yang dimaksud adalah dengan mensterilisasi masker N95 menggunakan tenaga gelombang sinar ultraviolet C (UV-C) yang dipaparkan selama lima menit. Cara ini terbukti mampu membunuh kuman dan virus Covid-19 pada masker yang sudah dipakai.

Salah seorang anggota tim peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Trisasi Lestari mengatakan, tim peneliti telah membuat alat bernama UV Box. Pembuatan alat ini bekerja sama dengan peneliti dari Fakultas Teknik UGM dengan pembuatan dimulai awal April dan selesai dalam sebulan.

Produksi alat UV Box dikerjakan oleh perusahaan startup MicroMachina yang didirikan oleh sekelompok mahasiswa Teknik UGM dan juga didukung oleh alumni FK UGM angkatan 1998. Beberapa box diberikan kepada RS dan puskesmas yang membutuhkan di DI Yogyakarta. ''Di dalam alat ini, kita gunakan gelombang sinar UV-C dengan panjang gelombang antara 250-270nm," jelas dia lewat siaran pers, Sabtu (16/5).
 
Cara ini terbukti mampu merusak langsung DNA dan RNA bakteri atau virus sehingga efeknya mematikan bakteri dan virus.

Proses sterilisasi masker dengan menggunakan paparan sinar ultraviolet UV-C ini memakan waktu kurang lebih lima menit untuk membunuh kuman dan virus yang menempel. ''Untuk box yang kami buat ini, dengan waktu sterilisasi 5 menit sudah terbukti tidak ada kuman yang tumbuh,'' lanjut dia.

Anggota tim yang lain dari Fakukltas Teknik UGM, Eka Firmansyah menambahkan, sterilisasi dengan memanfaatkan sinar ultraviolet-C (UV-C) adalah salah satu metode yang biasa dilakukan untuk melakukan dekontaminasi bakteri atau virus. ''Paparan sinar UV dengan dosis yang tepat, tidak berlebihan, dapat mengurangi risiko kerusakan filter masker N95 sehingga lebih aman untuk digunakan secara berulang,'' katanya.

Ada dua disain UV Box yang dibuat. Desain pertama berdimensi internal 40 cm x 40 cm x 30 cm dan dimensi eksternal 40 cm x 40 cm x 40 cm. Dimensi ini memungkinkan sterilisasi dengan volume 48 liter yang dapat mensterilisasi 9 masker N95.

Disain kedua berdimensi eksternal 35 cm x 15 cm x 15 cm dan dimensi eksternal 45 cm x 15 cm x 17 cm. Dimensi ini memiliki bilik sterilisasi dengan kapasitas 7,8 liter yang dapat mensterilkan 3 buah masker N95.

Alat sterilisasi ini tidak hanya bisa diperuntukkan pada masker, namun juga bisa digunakan pada alat medis lainnya seperti gunting, pisau bedah, dan kasa. Namun, pihaknya belum mengukur waktu yang dibutuhkan untuk membunuh kuman ataupun virus jika dipakai untuk sterilisasi alat-alat tersebut. Jika memakai asumsi, kata dia, untuk membunuh kuman atau virus di alat-alat itu dibutuhkan lama paparan 5-10 menit.

Alat ini rencananya akan distribusikan ke beberapa puskesmas dan RS di Yogja, termasuk Lab Mikrobiologi FKKMK tempat alat ini diuji coba. UV Box akan terus dikembangkan agar bisa diproduksi secara massal.

''Mudah-mudahan nanti bisa diproduksi dengan harga yang lebih murah juga sehingga terjangkau dan bisa tersedia di seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan lain di Indonesia,'' kata dia. (AT/OL-10)

BERITA TERKAIT