16 May 2020, 14:16 WIB

Baznas (Bazis) dan Pemda DKI Gelar Doa Cegah Korona Secara Online


Deri Dahuri | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta bersama Baznas (Bazis) DKI Jakarta telah mengadakan khataman Al-Quran dan doa bersama secara online, Jumat (15/5) malam.

Acara  tersebut diikuti oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta Luthfi Fathullah, Syekh Ali Jaber, para walikota se-DKI Jakarta dan para muzakki atau wajib zakat secara online.

Kegiatan yang mengangkat tema “Khatam Quran & Doa Bersama Cegah Corona” ini sekaligus menjadi rangkaian akhir dari final lomba adzan se-DKI Jakarta tingkat SD dan MI.

Dalam sambutannya, Lutfi Fathullah menyampaikan bahwa  doa bersama ini diniatkan untuk memohon kepada Allah untuk segera dibebaskan dari Covid-19.“Dengan kekuatan doa, insya Allah Covid-19 akan segera berlalu, Allah bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat,” kata Lutfi.

Pada kesempatan itu, Lutfi menyampaikan bahwa Baznas (Bazis) DKI Jakarta telah menyalurkan 75 ribu sembako dan Rp 6 miliar bantuan langsung tunai (BLT) kepada korban terdampak Covid-19.

Selain itu, BAZNAS (BAZIS) DKI juga akan menyalurkan bantuan kepada 5.000 guru ngaji dan marbot masjid se-DKI Jakarta.“masing-masing  1 juta per orang, sehingga total 5 milyar,” kata Lutfi.

Sementara itu Gubernur Anies Baswedan dalam sambutannya menyampaikan bahwa bulan Ramadan adalah bulan pendidikan untuk menghadapi satu tahun ke depan.“Semoga selesai Ramadan kita termasuk orang-orang yang menang. Bisa sampai pada derajat Muttaqin,” kata Anies.

Menurut Anies, pandemi Covid-19 telah menjadikan Ramadan tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana umat Islam harus melaksanakan kegiatan ibadah Ramadan sendiri-sendiri atau di rumah saja.

“Sekarang kita harus merayakan Ramadan sendiri, di rumah. Sekarang kita tidak bisa mengandalkan lingkungan kita, tidak bisa tarawih di masjid,” kata Anies.

Pada kesempatan itu, Anies juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah berusaha keras untuk menghentikan penyebaran Covid-19.  Ia mengingatkan bahwa warga harus bisa membedakan antara sebab dan akibat dalam pandemi ini.

“Akibat yang kita rasakan kita tidak bisa berinteraksi kegiatan keagamaan di masjid, tidak bisa berinteraksi kegiatan perekonomian, tidak bisa berinteraksi akan seni dan budaya, itu semua akibat. Sebabnya adalah masalah kesehatan,” kata  Anies.

Syekh Ali Jaber dalam tausiahnya mengajak umat Islam membiasakan diri dengan bacaan Al-Quran dan menkhatamkannya.Tradisi khataman, menurut Syekh, merupakan sunnah, bukan bid’ah. Tradisi itu, menurutnya sudah ada sejak zaman sahabat. 

Syekh Ali Jaber juga mengajak umat Islam untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan di tengah Covid-19, yaitu tidak keluar rumah, tidak berkerumun, dan menggunakan masker ketika terpaksa keluar rumah.

Hikmah yang dapat dipetik dari Covid-19 ini, menurut Syekh Ali Jaber, adalah masyarakat jadi bisa lebih dekat dengan keluarga. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT