16 May 2020, 14:15 WIB

​​​​​​​Kemensos Bina 1.144 KPM PKH Graduasi Atasi Dampak Covid-19


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) melakukan pembinaan bagi Usaha Menengah Kecil (UMK) yang terdampak covid-19. Program ini dilakukan Kemensos secara terseleksi, yakni dikaitkan dengan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) bernama socio entrepreneurship.

Target socio entrepreneurship adalah pemberdayaan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang graduasi. Melalui seleksi ketat, saat ini terdapat 1.144 KPM PKH graduasi yang terdaftar dalam program socio entrepreneurship.

“Jadi konsepnya adalah sustainability atau keberlanjutan dari program bantuan sosial ke pemberdayaan sosial dalam menghadapi dampak covid-19, ini target pemberdayaan sosial kami. Jadi kami tidak menjangkau UMK di luar KPM PKH graduasi,” kata Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam penyataan tertulis yang diterima Media Indonesia, Sabtu (16/5).

Pemberdayaan sosial tidak dilakukan terhadap semua KPM PKH yang telah graduasi. Seleksi tetap dilakukan berdasarkan berbagai kriteria.

“Termasuk misalnya mana yang memiliki embrio usaha. Ini yang dilakukan pendampingan. Data kami, ada 1.144 UKM yang memdapat pendampingan dan penguatan oleh Kemensos,” tuturnya.

Baca juga: Bansos di Kabupaten Bogor Selesai Disalurkan Sebelum Lebaran

Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Edi Suharto menyatakan, ada tiga skema yang ditempuh dalam pemberdayaan sosial KPM PKH graduasi. 

Pertama, dengan skema inkubator bisnis, yakni dengan pendampingan atau mentoring terhadap usaha KPM graduasi. Kedua, dengan melalui pembinaan oleh pilar-pilar sosial.

“Kemensos melakukan pembinaan dan penguatan kapasitas melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK),” tambahnya.

Yang terakhir adalah dengan pemberdayaan melalui kerja sama dengan yayasan, organisasi, atau kelompok sosial yang memang bisa melakukan pendampingan, membangun jejaring usaha, dan kerjasama dengan yang lain.

Untuk memperkuat kemadirian ekonominya, dari aspek permodalan bisnis, Kemensos menghubungkan mereka dengan berbagai skema pembiayaan berbunga lunak, seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat), Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), Ultra Mikro (UMi). (A-2)

 

BERITA TERKAIT