16 May 2020, 11:55 WIB

Karantina Selesai, Warga Desa Abuan Bangli Kembali Beraktivitas


Arnoldus Dhae | Nusantara

LEBIH dari 2000 warga di Banjar Serokada,  Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali akhirnya mulai beraktivitas normal setelah Pemprov Bali bersama Pemkab Bangli menghentikan masa karantina selama 14 hari. Isolasi wilayah ini dilakukan setelah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) menulari 8 orang lainnya di lingkungan setempat. 

Selama 14 hari sudah Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli menjalani isolasi wilayah. Selama itu, warga sama sekali tak diperkenankan keluar rumah mereka. Pintu-pintu masuk banjar dijaga ketat personel gabungan TNI, Polri, pecalang, relawan dan instansi terkait lainnya. Namun kini warga bisa kembali beraktivitas secara normal. Isolasi wilayah sesuai protokol kesehatan COVID-19 telah mereka jalani. 

"Kemarin adalah hari terakhir warga di Banjar Serokadan sebanyak 2.600 jiwa lebih menjalani isolasi. Hari ini warga sudah diperkenankan kembali beraktivitas normal seperti biasa," kata Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kabupaten Bangli, Letkol Inf Himawan Teddy Laksono saat dihubungi, Sabtu (16/5). 

Letkol Teddy yang juga Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli itu tetap mengimbau agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19 sebagaimana telah ditetapkan oleh pemerintah. 

"Aktivitas warga hari ini sudah kembali normal, yang bekerja sudah bisa keluar, yang ke kebun, ke pasar sudah bisa dilakukan seperti biasa," kata Dandim yang karib disapa Letkol HTL itu.

Ia merinci di antaranya adalah warga harus tetap menjaga jarak (physical distancing), menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir dan hal lainnya. 

"Kami juga mengimbau agar warga segera melaporkan kepada instansi terkait jika ada keluhan yang berkaitan dengan covid-19 agar dapat segera ditangani," kata Letkol HTL.

Banjar Serokadan harus diisolasi setelah satu orang warga menularkan kepada delapan orang warga lainnya. Pemerintah Kabupaten Bangli pun memutuskan untuk melakukan isolasi wilayah sembari dilakukan rapid test kepada 2.600 lebih warga. Hasil awal cukup mencengangkan terdapat 443 warga dinyatakan reaktif (positif) korona atau  Namun, dari hasil rapid test ulang dan tes swab menggunakan metode PCR, hasilnya berubah non-reaktif (negatif).

baca juga: Ganjar Intensifkan Komunikasi Dengan Daerah Lain Terkait Pemudik

Untuk mengantisipasi penularan transmisi lokal dalam jumlah besar, isolasi wilayah tetap dilakukan. Kebutuhan gizi dan pangan warga pun dipasok melalui dapur umum yang didirikan Kodim 1626/Bangli. (OL-3)

BERITA TERKAIT