16 May 2020, 11:45 WIB

Pelatihan Kartu Prakerja Instal Windows 10, Alvin Lie: Apa Logis?


Thomas Harming Suwarta | Humaniora

CERITA tentang Kartu Prakerja seperti tak ada habis-habisnya. Kemunculannya yang sejak awal sudah memicu polemik di masyarakat, kini satu per satu jenis pelatihan yang ditawarkan kepada pemegang kartu prakerja disorot publik. 

Yang terakhir menjadi viral di media sosial adalah pelatihan instal Windows 10 seharga Rp260 ribu. Buat warganet, ini tidak masuk akal karena tutorial instal Windows banyak bertebaran di berbagai kanal media sosial dan itu diberikan secara gratis.

Anggota Ombudsman RI Alvien Lie tak habis pikir program yang menelan uang negara triliunan rupiah tersebut menjadi ajang untuk menghambur-hamburkan uang.

"Apakah ini logis? Apa manfaatnya bagi peserta Kartu Prakerja?" cuitnya melalui akun twitter @alvinlie21, Sabtu (16/5) mengomentari adanya pelatihan Instal Windows 10 tersebut.

Komentar sinis juga datang dari akun @MardiguWP.

"Bantu endorse program prakerja ah, ini materinya sangat penting. Harus kuasai ilmu ini, supaya bisa bersaing dengan TKA dari China," katanya sambil mengunggah tangkapan layar pelatihan instal Windows 10.

Baca juga: GP Ansor: Pelatihan Daring Prakerja Mencederai Rasa Keadilan

Akun @TriastutiDian bahkan mengajak netizen untuk mengikuti pelajaran bahasa Inggris dan diberikan secara cuma-cuma. "Teman-teman yang mau belajar bahasa Inggris bisa ke channel kami ya: https://t.co/SPnX1oh9qM. Gratis selamanya. Bebas tanya-tanya. Semoga bermanfaat untuk scale up skill bahasa Inggris nya," cuitnya.

Senada dengan akun @TriastutiDian, akun @Gratisinbelajar juga mempromosikan kegiatan belajarnya yang diberikan secara cuma-cuma.

"Untuk menganggapi program pra-kerja ini saya dkk baru launching platform pembelajaran gratis dan berkualitas, namanya @GratisinBelajar (https://t.co/roGwwFbhma) Kami fokus di future skill agar SDM kita bisa bersaing secara global https://t.co/tgoDR5dhhx Sejauh ini sudah ada 5000+ peserta dan 375+ Pengajar. kami juga sudah mengadakan 7 kelas dengan topik seperti : Data Analytics, Web Dev, UI/UX, Digital Marketing, Design dan Critical Thinking. Harapannya kita bisa bantu wujudkan pendidikan berkualitas bagi semua warga Indonesia," ungkapnya. (A-2)

BERITA TERKAIT