16 May 2020, 09:10 WIB

Wall Street Menguat di Akhir Pekan meski Penjualan Ritel Anjlok


Antara | Ekonomi

SAHAM-SAHAM Wall Street membalikkan kerugian awal menjadi berakhir lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), sekalipun setelah data menunjukkan rekor penurunan penjualan ritel negara di Amerika Serikat akibat pandemi virus korona.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 60,08 poin atau 0,25%, menjadi ditutup pada 23.685,42 poin. Indeks 30-saham unggulan telah turun lebih dari 270 poin di awal sesi perdagangan.

Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 11,20 poin atau 0,39% menjadi berakhir pada 2.863,70 poin dan Indeks Komposit Nasdaq naik 70,84 poin atau 0,79% menjadi ditutup di 9.014,56 poin.

Namun, untuk minggu ini S&P 500 turun 2,3%, penurunan mingguan terbesar sejak minggu 20 Maret. Dow turun 2,7% untuk minggu ini sementara Nasdaq turun 1,2%, menandai penurunan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 3 April.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan layanan komunikasi dan consumer discretionary masing-masing naik 1,26% dan 1,06%, melampaui sektor-sektor lainnya. Sementara itu, utilitas turun 1,41%, kelompok dengan kinerja terburuk.

Baca juga: Tutup Akhir Pekan, Dolar Naik Tipis

Penjualan ritel AS merosot 16,4% pada April, Departemen Perdagangan melaporkan pada Jumat (15/5), lebih buruk dari perkiraan penurunan 12%. Ini adalah penurunan penjualan ritel paling tajam karena pandemi covid-19 memaksa orang Amerika untuk tetap tinggal di rumah dan banyak bisnis tutup.

Data tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan ketegangan perdagangan dengan Tiongkok, dengan bergerak untuk memblokir pengiriman semikonduktor ke Huawei Technologies China dari pembuat chip global. Kekhawatiran perdagangan mengirim indeks Philadelphia Semiconductor turun lebih dari dua persen.

Tiongkok dengan cepat merespons dengan sebuah laporan yang mengatakan siap menempatkan perusahaan AS di "daftar entitas yang tidak dapat diandalkan" menurut Global Times, seperti dikutip oleh Reuters.

Kombinasi dari ketegangan perdagangan dan data yang lemah telah mengirim S&P 500 turun sekitar 1,3% di awal sesi, tetapi untuk sebagian besar sesi sore terombang-ambing antara wilayah positif dan negatif.

"Kami mendapat kegelisahan Jumat (15/5) pada perdagangan Tiongkok tetapi sore ini pasar mengalihkan fokus pada pembukaan kembali," kata John Augustine, kepala investasi di Huntington National Bank di Columbus, Ohio.

Dalam data ekonomi lainnya, angka awal survei sentimen konsumen AS naik menjadi 73,7 pada Mei dari 71,8 pada April, Universitas Michigan mengatakan Jumat (15/5). Para ekonom telah memperkirakan penurunan kecil. (A-2)

BERITA TERKAIT