16 May 2020, 08:33 WIB

Rapid Test Massal di Yogyakarta Setelah Lebaran


Agus Utantoro | Nusantara

PEMERINTAH Kota Yogyakarta berencana menyelenggarakan rapid test massal dengan sasaran acak di sejumlah area publik usai lebaran. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Tri Mardaya menjelaskan, rapid test massal dengan sasaran acak ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran kondisi transmisi lokal covid-19 di Kota Yogyakarta. Ia mengatakan, saat ini Pemkot Yogyakarta masih memiliki peralatan untuk rapid test sebanyak 3.000 unit. 

"Dari jumlah itu, 240 unit di antaranya akan kami gunakan untuk rapid test ulang bagi pengunjung Indogrosir Mlati yang pada test pertama menunjukkan hasil nonreaktif," kata Tri Mardaya, Jumat (15/5).

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menambahkan rapid test massal secara acak ini menyasar di sejumlah tempat yang biasa terjadi pengumpulan massa, baik pasar tradisional, kafe, restoran, tempat-tempat perbelanjaan dan lainnya. Namun dipastikan tidak seluruh pasar tradisional yang akan menjadi sasaran.

Sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul tengah berupaya melakukan pengadaan 2.500 alat rapid test. Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan pengadaan rapid test ini mendukung pelaksanaan tes massal. 

"Juga, dari sisi stok juga terus berkurang karena tes cepat terus digunakan. Untuk itu, kami tambah stok agar bisa digunakan untuk pengetesan. Saat ini masih dalam  proses dan diharapkan selesai secepatnya," kata Dewi Irawaty.

baca juga: Dua Pasien Dalam Pemantauan Warga Pematangsiantar Meninggal Dunia

Dikatakan pelaksanaan tes secara massal merupakan alat deteksi dini untuk mencegah penyebaran covid-19. Terlebih Kabupaten Gunungkidul masuk zona merah transmisi lokal penyebaran covid-19. Kepala Bidang Penyebaran dan Pengendalian Penyakit, Sumitro mengatakan saat ini, sedang menargetkan 2.000 rapid test covid-19 dalam rangka mencegah penyebaran virus tersebut. Sumitro mengungkapkan stok yang dimiliki masih terbatas karena akan habis untuk pengetesan terhadap 2.000 warga di Gunungkidul. (OL-3)
 

BERITA TERKAIT