16 May 2020, 08:45 WIB

Pemalsu Surat Bebas Covid-19 Dibekuk


MI | Nusantara

APARAT Kepolisian Daerah (Polda) Bali meringkus tiga pelaku pemalsu surat keterangan kesehatan bebas virus korona baru (covid-19). Mereka dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat atau Pasal 268 KUHP tentang pemalsuan surat keterangan dokter dengan ancaman enam tahun penjara.

Sebagai informasi, para tersangka memperjualbelikan surat palsu tersebut ke warga pendatang agar bisa lolos masuk ke wilayah Bali. Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Bali, Komisaris Besar Syamsi, menjelaskan,

ketiga tersangka dibekuk pada Kamis (14/5) sekitar pukul 00.30 Wita di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Tersangka pertama ialah Ferdinand Marianus Nahak, pria asal Atambua yang berprofesi sebagai sopir travel. Dia tinggal di Jalan Uluwatu 1-127 Link Jero Kuta Jimbaran, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Dalam komplotan itu, Nahak berperan mengisi identitas para penumpang dan menandatangani blangko surat dokter palsu atas nama dokter Aulia Marlina. Tersangka kedua, Putu Bagus Setya Pratama yang berstatus mahasiswa di Bali.

Dia merupakan warga asli Gilimanuk yang beralamat di Jalan Layur 6, Lingkungan Pengumuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Adapun peran Putu ialah memerintahkan para tersangka lainnya memperbanyak blanko surat keterangan kesehatan bebas covid-19 palsu untuk ditawarkan kepada para penumpang.

Tersangka ketiga ialah Surya Wira Hadi Pratama, warga Jalan Sadar I, Lingkungan Arum, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Dia berperan menawarkan blangko kesehatan kosong dan memperbanyak surat keterangan sehat palsu. Syamsi mengatakan, kasus tersebut terungkap berkat laporan masyarakat yang curiga karena para penumpang travel bisa mendapatkan surat keterangan kesehatan bebas covid-19 dengan mudah.

"Kita tahu protokol covid-19 sangat ketat. Siapa saja yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk harus diperiksa walaupun dari daerah asalnya sudah mengantongi surat keterangan sehat," kata Syamsi di Denpasar, kemarin.

Terpisah, Kabag Penum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Ahmad Ramadhan mengatakan Kepolisian Resor Jembrana, Polda Bali, mengungkap dua kelompok yang memperjualbelikan surat keterangan bebas covid-19.

Kelompok pertama ialah Nahak cs. Adapun kelompok kedua menjalankan modus mereka dengan menjual surat bebas covid-19 secara daring. "Kelompok kedua menawarkan secara e-commerce. Ada empat tersangka, yaitu WD (38), IA (35), RM (25), dan PEA (31)," ungkap Ahmad. Keempatnya berprofesi sebagai pengojek dan ditangkap juga pada Kamis (14/5) di rumah masing-masing. (OL/Ykb/N-3)

BERITA TERKAIT