16 May 2020, 07:55 WIB

Penularan Transmisi Lokal Masif


DWI APRIANI | Nusantara

PENYEBARAN virus korona baru (covid-19) di sejumlah daerah kini berlangsung cepat dan masif sehingga angka warga yang positif covid-19 meningkat tajam. Sebagian besar penularan terjadi melalui transmisi lokal.

Di Sumatra Selatan (Sumsel), hingga berita ini diturunkan total tercatat ada 458 kasus positif covid-19. Lonjakan penambahan kasus positif terjadi pada Kamis (14/5), yakni 119 kasus positif. Penamahban 119 kasus pada hari itu merupakan tertinggi kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta. "Pada 14 Mei terjadi peningkatan yang signifikan kasus konfirmasi positif covid-19 sebanyak 119 kasus, tersebar pada 10 kabupaten dan kota.

Penambahan terbanyak di Kota Palembang, yakni 73 orang dengan status penularan secara transmisi lokal," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, Nur Purwoko, di Palembang, kemarin. Sembilan daerah lainnya ialah Ogan Ilir 17 kasus, Banyuasin 8, Muara Enim 5, Ogan Komering Ilir 4. Kemudian, Lubuklinggau, Prabumulih, dan Ogan Komering Ulu Timur penambahannya masing-masing 3 kasus, Musi Banyuasin 2 kasus, dan Ogan Komering Ulu 1 kasus.

Nur mengatakan, pasien tersebut masih berasal dari klaster penularan pasien positif sebelumnya atau masih dalam lingkaran yang sama. Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, termasuk menjaga jarak dengan orang lain, mengenakan masker, menerapkan pola hidup sehat, dan menjaga imunitas.

Pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) juga diminta mewas padai munculnya klaster-klaster baru penyebaran virus korona di wilayah masing-masing. Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, Hanif Faisol Nurofi q, mengatakan penyebaran virus di provinsi tersebut sangat masif. Sementara itu, kemampuan petugas melakukan rapid test atau penelusuran di lapangan terbatas.

"Kemunculan klaster-klaster baru perlu diwaspadai. Saat ini, kemampuan penelusuran petugas di lapangan kalah cepat dengan tingkat penyebaran virus," ujarnya. Di Kalsel, kasus positif virus korona mayoritas berasal dari klaster Gowa dan mereka yang terpapar setelah bepergian ke wilayah zona merah. Namun, belakangan muncul klasterklaster baru dan terjadi transmisi lokal di Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Barito Kuala.

Di Kota Banjarmasin, penyebaran virus korona terjadi di sejumlah pasar dan pusat perdagangan lainnya dengan ditemukannya 46 pedagang dan pembeli di Pasar Sentra Antasari yang hasil rapid testnya reaktif. Demikian halnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), dari penambahan delapan kasus baru, tiga orang di antara mereka karena transmisi lokal di Kota Kupang. Satu orang lainnya di Waingapu, Sumba Timur, dari klaster STT Sangkakala, Jakarta Barat, dan empat orang di Maumere, Kabupaten Sikka, dari klaster kapal motor Lambelu.

Total positif korona di NTT menjadi 47 orang. Perketat pasar Ketua DPRD DIY, Nuryadi, meminta pemda memperketat protokol kesehatan di pusat perbelanjaan modern dan pasar tradisional. Hal tersebut menjadi perhatian DPRD DIY setelah muncul klaster covid-19 di Indogrosir Mlati, beberapa hari lalu. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bahkan menggencarkan rapid test di pasar-pasar. Kali ini tes dilakukan kepada pedagang berusia rentan terpapar korona di Pasar Pramuka, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Kota Tuban. (DY/PO/AU/WJ/AT/FL/YK/RF/TS/JL/N-1)

BERITA TERKAIT