16 May 2020, 02:45 WIB

PT Pos Indonesia-Flotim Mulai Salurkan BST Tahap Pertama


Ferdinandus Rabu | Nusantara

BANTUAN Sosial Tunai (BST) tahap pertama untuk warga di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur, mulai disalurkan, Jumat )15/5). Penyaluran BST ini dilakukan oleh PT Pos Indonesia (Persero) cabang Larantuka melalui launching Pembayaran BST-Pusat tahap pertama yang digelar di Aula Kantor Camat Tanjung Bunga.

Kepala Cabang PT Pos Indonesia (Persero) Larantuka, Marthin Darmapan kuota pembayaran melalui PT Pos menyasar sekitar 9 ribu kepala keluarga (KK). Bantuan akan diberikan melalui dua tahap, dengan tahap pertama akan diselesaikan dalam 10 hari.

"Hari ini kami mulai melakukan pembayaran BST tahap pertama untuk bulan April. Ada sebanyak 9.535 KK penerima manfaat dengan total anggaran senilai Rp5.721.000.000. Setiap KK akan menerima Rp600 ribu tanpa potongan. Untuk tahap pertama ini kami targetkan bantuan akan tersalurkan dalam 10 hari," jelasnya.

'Kami sudah mendistribusikan daftar nominatif dan uangnya ke semua kantor pos yang ada di wilayah Flotim serta pembayaran di beberapa titik di Wilayah Tanjung Bunga. Mudah-mudahan dana bantuan tersebut bisa digunakan sebaik-baiknya oleh penerima bantuan," imbuh Marthin.

Terkait skenario pembayaran BST di tengah pandemi covid-19 ini, Martin  menjelaskan PT Pos tetap menerapkan protap pencegahan Covid-19 dengan melakukan strategi turun langsung ke komunitas seperti di kecamatan ataupun turun langsung ke desa-desa untuk mencegah terjadinya kerumunan warga. Semua petugas maupun warga juga diwajibkan menggunakan masker.

Sejumlah warga yang menerima bantuan mengaku sangat senang dengan adanya bantuan ini. Apalagi di tengah situasi sulit wabah korona ini, bantuan tersebut sangat berarti untuk kebutuhan hidup mereka.

"Saya bersyukur dan berterimakasih atas bantuan ini. Saat korona ini, hasil panen saya menurun. Hasil jual saya juga banyak yang tidak laku. Keuntungan berkurang, sehingga adanya bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk tambahan biaya hidup kami sekeluarga," ungkap Filipus Koten, Petani asal Desa Ratulodong, Kecamatan Tanjung Bunga. (R-1)

BERITA TERKAIT