16 May 2020, 05:25 WIB

Queen Bangkit lagi untuk Galang Dana


Galih Agus Saputra | Weekend

PADA 1992, band rock asal Inggris, Queen, menggelar konser untuk mengenang setahun kepergian sang vokalis, Freddie Mercury. Konser yang berlangsung pada pertengahan April itu pecah. Lebih dari 70 ribu penonton memadati Stadion Wembley, London, dan dianggap menjadi salah satu ruang yang cukup spektakuler terkait dengan kampanye bahaya penyakit HIV/AIDS.

Seperempat abad berselang, masalah baru di bidang kesehatan muncul dan ditandai dengan persebaran virus korona baru (covid-19). Pandemi yang menyerang hampir seluruh penjuru dunia itu kemudian ditanggapi personel Queen yang masih tersisa, Brian May (gitaris), John Deacon (bassist), serta Roger Taylor (drumer).

Info terkini, seperti dilansir dari The Express, mereka berencana menayangkan kembali konser bersejarah itu melalui akun Youtube Queen Official, hari ini. ‘Konser akan live selama 48 jam saja,’ begitu keterangan yang tertulis di akun Youtube tersebut.

Sebagaimana diketahui, pertunjuk­an legendaris bertajuk The Freddie Mercury Tribute Concert itu juga dimeriahkan sejumlah musikus dan beberapa legenda hidup lainnya. Kala itu, Brian May, John Deacon, dan Roger Taylor tampil bersama Guns N’ Roses, Robert Plant dari Led Zeppelin, Metallica, gitaris Black Sabbath Tony Iommi, Liza Minelli, Def Leppard, Annie Lennox, dan Elton John.

Konser diawali dengan sekapur sirih tentang Freddie dari May, Taylor, dan Deacon. Paruh pertama pertunjukan diisi penampilan mereka yang mengaku terinspirasi Queen, salah satunya ialah band rock asal Amerika Serikat (AS), Extreme. Aktris sekaligus pegiat kemanusiaan, Elizabeth Taylor, juga sempat memberikan ceramah tentang pencegahan HIV/AIDS, sebelum akhirnya dilanjut dengan pemutaran lini masa kehidupan Freddie.

Paruh kedua konser lantas menampilkan Queen bersama seluruh bintang tamu. David Bowie dan Lennox tampak membawakan Under Pressure dan Somebody to Love. Elton dan vokalis Guns N’ Roses, Axl Rose, pun sempat duet membawakan Bohemian Rhapsody. Pertunjukan itu juga menjadi penampilan terakhir Deacon bersama Queen dalam panggung konser berskala besar.

You Are the Champions

Pada pertengahan April lalu, May dan Taylor juga sempat merilis hit amal bersama penyanyi asal AS, Adam Lambert. Mereka mengubah lirik lagu We Are the Champions menjadi You Are the Champions. Hit tersebut direkam secara jarak jauh, dari London dan Los Angeles. Hasil penjualan lagu didonasikan untuk dana solidaritas covid-19 yang dikelola organisasi kesehatan PBB, WHO.

Adapun perubahan lirik lagu itu dilakukan sebagai bentuk ungkapan terima kasih Queen kepada pekerja medis di seluruh dunia yang menjadi garda depan melawan covid-19. Dalam hit amal itu, May menjelaskan bahwa sangat penting baginya untuk mendedikasikan ‘lirik klasik’ tersebut kepada mereka yang tengah bertaruh nyawa untuk kemanusiaan.

“Itu berarti dokter, perawat, petugas kebersihan, kuli panggul, sopir, nyonya-nyonya, tuan-tuan, dan semua yang diam-diam mempertaruhkan hidup mereka setiap hari untuk menyelamatkan nyawa kerabat kita. Champions all!” tutur May.

Sementara itu, penayangan ulang The Freddie Mercury Tribute Concert nantinya juga dimanfaatkan untuk menggalang dana solidaritas covid-19 WHO. Dalam pantauan Media Indonesia, dana yang terkumpul kemarin sudah mencapai lebih dari US$5 juta atau kurang lebih Rp74 miliar.

Dalam keterangan tertulisnya, akun Youtube Queen Official juga mengatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari sebuah yayasan yang ingin diwariskan Queen dan Freddie, yakni The Mercury Phoenix Trust.

‘Kepercayaan ini ialah bagian inti dari warisan Queen dan Freddie yang telah menyediakan lebih dari 17 juta pound sterling bagi lebih dari 1.000 proyek di 57 negara dalam perjuang­an melawan HIV/AIDS di seluruh dunia,’ tulisnya. (M-4)

BERITA TERKAIT