16 May 2020, 00:50 WIB

Hasil Tes Reaktif, Ratusan Pedagang di Makassar Jalani Isolasi


Lina Herlina | Nusantara

DALAM empat hari terakhir, Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan melakukan rapid test massal di 18 pasar tradisional dan pasar induk yang ada. Dan hasilnya, ditemukan sebanyak 204 pedagang yang reaktif.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah Azikin, Jumat (15/5), pada hari pertama tes ditemukan 21 hasil reaktif. Sedangkan pada hari kedua ditemuk 44 reaktif, hari ketiga 78 reaktif, dan hari keempat 61 reaktif.

"Jadi total 204 yang reaktif. Hari ini ada empat pasar induk yang dilakukan pemeriksaan yakni Pasar Butung, Pasar Sawah, Pasar Niaga Daya dan Pasar Mandai. Diantara 1.914 pedagang yang diperiksa di empat pasar itu 61 pedagang dintaranya ditemukan reaktif," jelas Naisyah.

Mereka yang ditemukan reaktif tersebut, lanjut Naisyah, diharuskan mengikuti program isolasi di beberapa hotel yang telah disipakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Di sisi lain, Penjabat Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf mengatakan diisolasinya para pedagang yang hasil rapid testnya reaktif merupakan langkah untuk memutus rantasi penularan Covid-19.

"Pekerjaan rumah kita hanya menemukan yang carrier. Fakta yang kita temukan, jika ada saudara kita yang terpapar virus kemudian segera dirawat secara medis itu kecenderungannya cepat sembuh,  bahkan ada yang hanya tujuh hari sudah sembuh" ujarnya.

Program rapid test massal merupakan program lanjutan dari Penjabat Wali Kota Makassar sebelumnya, yaitu Iqbal Suhaeb yang menargetkan melakukan rapid tes delapan hari, pada 12 hingga 19 Mei 2020, dengan 3 tahapan. Program rapid test ini menargetkan 20 ribu orang, terdiri dari pedagang di pasar, pengemudi ojek online, dan juru parkir.

Pada tahap pertama 12-15 Mei rapid test diakukan di 18 pasar. Lalu Tahap kedua 14-16 Mei, rapid test dilakukan kepada para juru parkir. Para juru parkir tersebut cukup membawa identitas dan surat panggilan yang telah dikeluarkan PD Parkir dan ditunjukkan kepada petugas medis di Puskesmas.

Sedangkan tahap ketiga, berlangsung 16-19 Mei  untuk pengemudi ojol, bekerjasama dengan Gojek. Pemeriksaan digelar di 47 Puskesmas se kota Makassar, dengan menunjukkan identitas serta menunjukkan surat pengantar melalui aplikasi gojek. (R-1)

BERITA TERKAIT