16 May 2020, 03:10 WIB

NF Membunuh karena Kesal Jadi Korban Pemerkosaan


MI | Megapolitan

DIREKTUR Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, mengatakan NF, 15, merupakan korban kekerasan seksual. Remaja itu melampiaskan kekesalannya dengan membunuh AP, balita malang yang menjadi teman sepermainannya.

Menurut Harry, kasus perkosaan tersebut dilakukan tiga tersangka, yaitu F dan R selaku paman dan kerabat NF yang kini mendekam di ruang tahanan Polres Metro Jakarta Pusat, serta A, pacar NF, yang juga ditahan di Polda Metro Jaya.

Pemerkosaan terjadi sebelum peristiwa pembunuhan. NF, terang dia, mengalami kekerasan seksual sejak Oktober 2019 hingga Februari 2020. Bahkan, pelaku R yang notabene cucu dari kakak ibu tiri NF selalu mengancam akan menyebarkan video perbuatan cabul NF jika permintaannya untuk bersetubuh tidak dipenuhi.

Selain itu, tersangka A juga memiliki perilaku seks menyimpang, seperti mengikat NF ketika melakukan perbuatan bejatnya. Harry menilai realitas tersebut kemungkinan akan menjadi bahan pertimbangan hakim. Misalnya, mengurangi hukuman NF dengan memberi hukuman kepada pelaku perkosaan.

“Jadi, kalau seperti ini, kita tidak bisa menafi kan bahwa ada korelasi NF sebagai korban dengan perbuatannya sebagai pelaku (pembunuhan),” kata Harry, kemarin.

Ia menambahkan sembari menunggu proses persidangan, NF yang tengah mengandung 14 minggu kini berada di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani, Jakarta Timur. Hak dan kewajiban NF sebagai anak juga tetap dipenuhi.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKB Tahan Marpaung, membeberkan hasil penyidikan bahwa NF memang punya hasrat membunuh.

“Ia melakukan aksinya karena kesal dan punya hasrat membunuh. Berkas kasusnya sudah di tangan jaksa. Jadi, perkembangan baru ada di jaksa,” kata Tahan Marpaung.

NF membunuh AP di kediamannya, di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pukul 16.00 WIB, Kamis, 5 Maret 2020. Selang sehari kemudian, ia menyerahkan diri ke polisi. NF mengaku terobsesi film Child’s Play dan puas setelah meniru adegan di film tersebut. Film yang populer pada 1988 itu menceritakan boneka pembunuh Chucky. Tersangka NF pun dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (Ykb/Medcom/J-3)

BERITA TERKAIT