15 May 2020, 23:04 WIB

Pandemi Korona, Semen Indonesia Umumkan Peningkatan Kinerja


Teguh Nirwahyudi | Ekonomi

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan peningkatan kinerja perseroan periode Januari hingga Maret.

Direktur Utama SIG Hendi Prio Santoso mengatakan peningkatan kinerja perseroan pada 1Q20 merupakan hasil dari berbagai langkah sinergi dan efisiensi yang terus dilakukan sejak 2018.

Baca juga: Semen Indonesia Bantu Tim Medis

"SIG akan terus menjaga kinerja profitabilitas melalui berbagai inisiatif cost transformation, serta pengembangan bisnis bahan bangunan yang bernilai tambah," kata Hendi.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Media Indoensia, Jumat (15/5), kinerja SIG periode Januari hingga Maret 2020 (1Q20) adalah:

I. Kinerja Keuangan

Pendapatan

Pendapatan tercatat sebesar Rp8,58 triliun, naik 5,57% dibandingkan periode yang sama 2019 sebesar Rp8,13 triliun.

Beban pokok pendapatan

Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp5,88 triliun, turun 0,64% dibandingkan periode yang sama 2019 sebesar Rp5,91 triliun

Laba bersih yang diatribusikan

Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp446 miliar atau naik 66,52% dibandingkan periode yang sama 2019 sebesar Rp268 miliar.

II. Kinerja Penjualan

Menurut Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen nasional pada triwulan I 2020 tercatat sebesar 14,90 juta ton atau menurun 4,91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meskipun tidak ada sektor usaha yang terbebas dari dampak pandemi ini, SIG mampu menjaga kinerja penjualan secara optimal.

Pada 1Q20, penjualan SIG di pasar nasional mencapai 7,87 juta ton atau meningkat  4,71% dibandingkan triwulan I 2019.

Perseroan juga terus menggenjot penjualan di kawasan regional dengan mencatatkan total ekspor dari Indonesia mencapai 1,02 juta ton pada 1Q20 atau tumbuh 23,2% dibandingkan periode yang sama 2019.

Secara konsolidasi, penjualan domestik dan ekspor SIG termasuk TLCC Vietnam pada periode Januari hingga Maret 2020 mencapai 9,37 juta ton atau naik sebesar 7,04% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 8,75 juta ton. (X-15)

BERITA TERKAIT