15 May 2020, 20:07 WIB

Tidak Laik Konsumsi, 1 Ton Beras Dikembalikan ke Bulog Purwakarta


Reza Sunarya | Nusantara

SEBANYAK 1 ton beras dari Bulog yang diperuntukan bagi 10.000 KK di enam kecamatan yang terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Purwakarta, Jawa Barat, dikembalikan karena tidak layak konsumsi.

"Sampel beras tersebut sudah kita kembalikan ke Bulog, sebanyak 1 ton untuk ditukar ke beras dengan kualitas medium. Jadi kami tegaskan, beras di kantor Dinsos bukan beras oplosan, itu hanya beras sampel. Sudah kita kembalikan agar ditukar," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Iyus Permana di ruang kerjanya, Jumat (15/5).

Baca juga: Forkopimda Jatim Siapkan Tim Pengampu untuk Asistensi Surabaya

Menurutnya, beras tersebut diajukan Bulog ke Dinsos untuk dibagikan ke warga. Secara keseluruhan jumlah bantuan beras untuk warga terdampak PSBB di enam kecamatan tersebut berjumlah 100 ton yang akan dibagikan kepada 10.000 KK dengan asumsi per KK sebanyak 10 kilogram, kualitas beras medium, bantuan berasal dari Pemprov Jabar.

Dikatakan Iyus, Pemkab Purwakarta memastikan tidak ada beras oplosan yang akan dibagikan kepada warga yang terdampak virus korona atau covid-19. "Beras yang akan dibagikan beras Bulog, kita hanya mendistribusikan kepada warga terdampak sesuai dengan data yang ada di dinas sosial,"Ungkap Iyus.

Untuk diketahui, ada beberapa jenis bantuan berupa beras yang didistribusikan oleh Pemkab Purwakarta, selain 100 ton dari bantuan provinsi dengan kualitas medium. Ada juga bantuan yang bersumber dari APBD Purwakarta sebanyak 32 ton dengan kualitas premium. (X-15)

BERITA TERKAIT