15 May 2020, 19:39 WIB

Kekerasan Meningkat, Perempuan Lebih Rentan Dalam Kondisi Bencana


Ihfa Firdausya | Humaniora

KEKERASAN terhadap perempuan dan anak harus menjadi perhatian di masa pandemi covid-19. Data Simfoni PPA Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan per 2 Maret-25 April 2020, tercatat 275 kasus kekerasan yang dialami perempuan dewasa dengan total korban 277 orang serta 368 kasus kekerasan yang dialami anak dengan korban 407 anak.

Aktivis perempuan Tunggal Pawestri menyebut kekerasan terhadap perempuan yang meningkat drastis pada masa pandemi menjadi sebuah penyakit ikutan. Hal ini, katanya, merupakan ekses yang nyaris 'invisible' pada saat ini.

"Tapi tidak terlalu mengejutkan sebenarnya karena berdasarkan pengalaman serta studi, dalam situasi konflik dan atau kebencanaan, perempuan dan anak memang menjadi lebih rentan mengalami kekerasan," kata Tunggal kepada Media Indonesia, Jumat (15/5).

Kultur patriarki diakui Tunggal masih menjadi penyebab utama kekerasan terhadap perempuan. Namun, kondisi pandemi membuat banyak faktor yang akhirnya menjadi pemicu kekerasan.

"Pembagian kerja yang tidak adil dalam rumah tangga sehingga mengakibatkan pertengkaran yang berujung pada kekerasan, atau juga karena faktor ekonomi," jelasnya.

"Kita tahu juga selama ini upaya untuk mengatasi kekerasan terhadap perempuan pada masa normal saja, pemerintah tidak terlalu agresif menanganinya. Sehingga kekerasan terhadap perempuan di banyak tempat masih dianggap lumrah," imbuhnya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR Minta Negara Lindungi Korban KDRT saat Pandemi

Menurut Tunggal, solusi permasalahan ini antara lain memperkuat pelayanan dan pemenuhan hak untuk korban, memperbanyak ruang konsultasi dan hotline, serta bantuan hukumnya.

"Selain itu, pemerintah bisa membuat kampanye besar-besaran untuk mengutuk kekerasan dan meminta warga untuk melaporkan jika ada kekerasan terhadap perempuan di sekelilingnya. Sediakan juga rumah aman yang bisa menampung perempuan yang terpaksa harus lari dari rumah untuk menghindar dari kekerasan," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT