15 May 2020, 18:46 WIB

Kemampuan Nasabah Melambat, OJK: Sektor Keuangan Pasti Terdampak


Despian Nurhidayat | Ekonomi

PANDEMI covid-19 yang memukul hampir seluruh sektor perekonomian domestik. Saat ini, dampaknya mulai mengganggu kapasitas kemampuan pembayaran nasabah yang mendapat restrukturisasi kredit.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana, mengatakan terganggunya kemampuan nasabah akan berdampak pada sektor keuangan, khususnya dari sisi cash flow.

Adapun sektor yang paling terdampak pandemi covid-19, yaitu transportasi dan pariwisata.

Baca juga: OJK: 3,38 Juta Debitur Ajukan Restrukturisasi Kredit

"Kami harapkan pandemi covid-19 cepat selesai. Sektor yang terdampak parah transportasi dan pariwisata. Itu jelas karena orang tidak ke sekolah, tidak berwisata, dan juga tidak melakukan perjalan dinas," papar Heru dalam telekonferensi, Jumat (15/5).

Di samping kedua sektor tersebut, Heru menilai sektor yang juga terdampak cukup dalam ialah aktivitas ekspor dan impor, komoditas, serta UMKM.

"Semua sekor kalau riil terganggu. Kami akan liat sektor keuangan seperti apa. Kalau pengembalian ke bank tidak lancar, cash flow pasti akan terdampak," imbuh Heru.

Baca juga: Wabah Korona Diyakini Tidak Hambat Kinerja Perbankan

Pertumbuhan ekonomi nasional dikatakannya akan mengalami pelambatan. Itu tercermin dari realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2020 sebesar 2,975, atau jauh dari perkiraan awal.

Kendati demikian, Heru mengklaim kemampuan modal perbankan masih cukup kuat, meski mengalami penurunan pada Maret lalu. Rasio kecukupan permodalan perbankan (CAR) pada Maret 2020 tercatat 21,77%. Sementara pada Desember 2019, CAR perbankan sebesar 23,31%.

OJK juga mencatat penyaluran kredit perbankan per Maret 2020 masih tumbuh 7,95% secara tahunan (yoy). Besaran itu meningkat 6,08% dari periode Desember 2019.(OL-11)

BERITA TERKAIT