15 May 2020, 18:23 WIB

Bantu Penyelenggara Olimpiade, IOC Kucurkan US$ 800 Juta


Deden Muhamad Rojani | Olahraga

KOMITE Olimpiade Internasional (IOC) mengalokasikan anggaran US$ 800 juta atau sekitar Rp 11,8 triliun untuk membantu keuangan penyelenggara Olimpiade Tokyo, yang ditunda akibat pandemi covid-19.

Penyelenggara akan mendapat bantuan US$ 650 juta setelah pesta olahraga akbar ditunda setahun. Adapun anggaran US$ 150 juta akan menjadi pinjaman untuk federasi olahraga internasional dan komite Olimpiade nasional melalui arus kas.

Presiden IOC, Thomas Bach, juga mengatakan akan ada pengurangan. "Situasi ini membutuhkan kompromi. Itu membutuhkan pengorbanan oleh semua orang," ujar Bach.

Baca juga: Olimpiade Ditunda, Atlet Disarankan Jaga Kesehatan Mental

"Kami tidak meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat untuk mengurangi biaya. Sembari menjaga semangat Olimpiade dan kualitas kompetisi olahraga untuk para atlet pada khususnya," imbuh Bach.

Bach enggan berspekulasi terkait penundaan atau pembatalan lebih lanjut, jika vaksin covid-19 belum ditemukan sampai tahun depan. Mengingat, Olimpiade Tokyo berencana digelar pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021.

"Kami masih punya waktu satu tahun dan dua bulan lagi, jadi masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan," pungkasnya.

Direktur eksekutif Olimpiade, Christophe Dubi, menggambarkan pekerjaan untuk mengamankan tempat kompetisi, lokasi atlet, fasilitas media dan hotel, dalam kondisi sulit.(BBC/OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT